Hari ini Ahad tanggal 19 Januari 2020 Jam 09.00 sd selesai, Pengurus JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja) Kota Bontang melakukan temu Silaturahmi sekaligus santunan kepada Panti Jompo Al Maghfiroh Teluk Pandan.

Rangkaian acara pada kegiatan tersebut adalah:
1. Pertemuan rutin Praktisi dan Pengurus JRA
2. Pembacaan rotibul hadad.
3. Evaluasi dan rapat untuk ruqmas bulan pebruari
4. Ruqyah massal bulan Februari 2020 di masjid Masjid Arroudlhoh Kelurahan Kanaan*

Konsolidasi dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan tali silaturahmi antara pengurus sekaligus melakukan koordinasi kegiatan. Juga menerapkan empati dan kepedulian terhadap lingkungan sosial masyarakat berupa santunan kepada Panti Jompo Teluk Pandan Mbah Asih.

Dalam hal ini, Gus Ahmad Fauzi Asfar selaku ketua JRA Kota Bontang memberikan pengarahan: Ruqyah sebagai pengobatan utama dan pertama karena bisa mengobati semua penyakit, baik medis maupun non medis. Sedangkan ilmu kedokteran hanya bisa mengobati penyakit medis.

"Jadi, kita harus yakin dengan ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an," urainya. Ditambahkan, di kalangan masyarakat masih ada kesan bahwa ruqyah identik dengan kesurupan, padahal sesungguhnya tidak demikian. Kalaupun terjadi kesurupan saat diruqyah, biasanya karena pasien tidak bisa mengimbangi jin yang ingin keluar dari tubuh.

Beliau lebih lanjut menyatakan bahwa dalam kegiatan kali ini dibuat berbeda dan istimewa yaitu dilakukan di Panti Jompo Teluk Pandan Mbah Asih. Kegiatan ini merupakan suatu proses untuk memberikan ilmu hidup yaitu Perjalanan hidup manusia akan terus berkembang melewati tahap-tahap perkembangan.

Ada masanya manusia menjadi muda dan kemudian menjadi tua. Sekaligus memahami karakteristik perkembangan individu dewasa dan lansia. Salah  pembelajaran yang bisa diambil adalah dengan memiliki pengalaman empiris terhadap nasib orang tua yang tidak memiliki sanak keluarga. Pembelajaran yang luar biasa, bagaimana seandainya hal ini menimpa kita.

Oleh karena itu kepedulian terhadap sesama adalah yang penting untuk terus kita gelorakan. Agar kita nantinya tidak memiliki nasib seperti mereka.

Temu Silaturahmi Pengurus dan Praktisi JRA Kota Bontang dan Santunan Panti Jompo Teluk Pandan


Hari ini Ahad tanggal 19 Januari 2020 Jam 09.00 sd selesai, Pengurus JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja) Kota Bontang melakukan temu Silaturahmi sekaligus santunan kepada Panti Jompo Al Maghfiroh Teluk Pandan.

Rangkaian acara pada kegiatan tersebut adalah:
1. Pertemuan rutin Praktisi dan Pengurus JRA
2. Pembacaan rotibul hadad.
3. Evaluasi dan rapat untuk ruqmas bulan pebruari
4. Ruqyah massal bulan Februari 2020 di masjid Masjid Arroudlhoh Kelurahan Kanaan*

Konsolidasi dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan tali silaturahmi antara pengurus sekaligus melakukan koordinasi kegiatan. Juga menerapkan empati dan kepedulian terhadap lingkungan sosial masyarakat berupa santunan kepada Panti Jompo Teluk Pandan Mbah Asih.

Dalam hal ini, Gus Ahmad Fauzi Asfar selaku ketua JRA Kota Bontang memberikan pengarahan: Ruqyah sebagai pengobatan utama dan pertama karena bisa mengobati semua penyakit, baik medis maupun non medis. Sedangkan ilmu kedokteran hanya bisa mengobati penyakit medis.

"Jadi, kita harus yakin dengan ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an," urainya. Ditambahkan, di kalangan masyarakat masih ada kesan bahwa ruqyah identik dengan kesurupan, padahal sesungguhnya tidak demikian. Kalaupun terjadi kesurupan saat diruqyah, biasanya karena pasien tidak bisa mengimbangi jin yang ingin keluar dari tubuh.

Beliau lebih lanjut menyatakan bahwa dalam kegiatan kali ini dibuat berbeda dan istimewa yaitu dilakukan di Panti Jompo Teluk Pandan Mbah Asih. Kegiatan ini merupakan suatu proses untuk memberikan ilmu hidup yaitu Perjalanan hidup manusia akan terus berkembang melewati tahap-tahap perkembangan.

Ada masanya manusia menjadi muda dan kemudian menjadi tua. Sekaligus memahami karakteristik perkembangan individu dewasa dan lansia. Salah  pembelajaran yang bisa diambil adalah dengan memiliki pengalaman empiris terhadap nasib orang tua yang tidak memiliki sanak keluarga. Pembelajaran yang luar biasa, bagaimana seandainya hal ini menimpa kita.

Oleh karena itu kepedulian terhadap sesama adalah yang penting untuk terus kita gelorakan. Agar kita nantinya tidak memiliki nasib seperti mereka.

Tidak ada komentar