Dalam rangka menghadapi Asesmen Akhir Satuan Pendidikan (AASP) dan persiapan menjelang kelulusan Tahun 2026, SMA Yayasan Pupuk Kaltim menggelar istighosah pada Jumat, 27 Februari 2026 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita di Aula YPK tersebut dipimpin oleh Ustadz Miftahul Alim, M.Pd., muballigh LDNU Kota Bontang.
Istighosah bukan sekadar doa bersama, melainkan wujud penghambaan dan pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Allah SWT. Secara makna, istighosah adalah permohonan pertolongan kepada Allah ketika menghadapi hajat besar, dengan menghadirkan kerendahan hati, taubat, dan harapan penuh hanya kepada-Nya. Esensinya terletak pada kesadaran bahwa segala ikhtiar manusia tidak akan sempurna tanpa pertolongan Allah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawassul, pembacaan istighfar, tahlil, shalawat, serta doa-doa ma’tsur yang dipanjatkan secara berjamaah. Suasana khusyuk terasa ketika ratusan siswa kelas XII bersama para guru larut dalam dzikir, memohon kemudahan, ketenangan, dan keberkahan dalam menghadapi asesmen dan proses kelulusan.
Dalam pengarahannya, Ustadz Miftahul Alim menegaskan bahwa inti istighosah adalah membangun kesadaran spiritual dan ketergantungan total kepada Allah SWT. “Istighosah mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun persiapan, hati tetap harus bersandar kepada Allah. Kita berusaha maksimal, tetapi hasil akhirnya kita serahkan kepada-Nya,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari rasa sombong, malas, dan putus asa. Menurutnya, ujian bukan hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga keteguhan mental dan kedewasaan spiritual. Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat taubat, memperbanyak dzikir, dan memperbaiki niat dalam menuntut ilmu.
Kepala SMA Yayasan Pupuk Kaltim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter religius siswa. Ia berharap melalui istighosah, para siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki ketenangan batin dan keyakinan diri.
Kegiatan ditutup dengan doa khusus untuk kelancaran AASP 2026 dan kesuksesan seluruh siswa kelas XII dalam meraih kelulusan. Dengan memahami esensi istighosah sebagai bentuk ketundukan dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT, diharapkan para siswa melangkah menghadapi ujian dengan hati yang tenang, penuh harap, dan optimisme yang kuat.


Posting Komentar