Berikut jadwal Khutbah Juma't Muballigh LDNU Bontang untuk masjid-masjid binaan LDNU di Kota Bontang dan sekitarnya.



Versi PDF dapat di download disini

NB:
Jika ada saran atau keluhan mohon menghubungi Pengurus LDNU di bawah ini
  1. 1. Ustadz Ahmad Fauzi Asfar, S.Pd    0853 9221 9599
  2. 2. Ustadz Yusuf Musawwi, S.Pd.I       0813 4648 4839
  3. 3. Ustadz Muhammad Ilham H.          0823 5268 9060

Jadwal Khutbah Jum'at, 7 Agustus 2020


Berikut jadwal Khutbah Juma't Muballigh LDNU Bontang untuk masjid-masjid binaan LDNU di Kota Bontang dan sekitarnya.



Versi PDF dapat di download disini

NB:
Jika ada saran atau keluhan mohon menghubungi Pengurus LDNU di bawah ini
  1. 1. Ustadz Ahmad Fauzi Asfar, S.Pd    0853 9221 9599
  2. 2. Ustadz Yusuf Musawwi, S.Pd.I       0813 4648 4839
  3. 3. Ustadz Muhammad Ilham H.          0823 5268 9060

Jadwal Khutbah Jum'at, 31 Juli 2020



Kalau ulama NU dekat dengan pendeta, mereka bilang; "Ulama Liberal.

Kalau ulama mereka dekat dengan pendeta, mereka bilang; "Ulama Cinta Damai.

Kalau ulama NU dekat dengan Pengusaha, mereka bilang; "Ulama Duniawi.

Kalau ulama mereka dekat dengan Pengusaha, mereka bilang; "Strategi Dakwah.

Kalau ulama NU bertemu Penguasa, mereka bilang; "Ulama Suu' penghamba rezim dzalim.
Kalau ulama mereka bertemu Penguasa, mereka bilang; "Ulama harus berbaik-baik dgn Umaro'.

Kalau situs NU salah kutip berita, mereka bilang; "Dasar tukang dusta."
Kalau situs mereka tiap hari menyebar hoax, fitnah dan dusta, mereka bilang; "Itu dakwah dunia Islam.

Kalau NU memaafkan Ahok yang didzalimi, mereka sebut "NU kaum munafik.
Tapi kalau mereka merangkul Rocky gerung Dll itu disebut "membela orang teraniaya

Kalau NU membela sejumlah qaul penafsiran ayat 51 QS. al-Maidah, mereka sebut itu "pemerkosaan ayat untuk bela kafir penista agama.
Tapi kalau mereka sendiri memperjualbelikan ayat untuk kepentingan korupsi dan politisasi agama itu disebutnya "jihad bela Islam, bukan penistaan ayat Quran.

Kalau NU dapat bantuan dari pemerintah, itu disebut "NU jual diri ke penguasa.
Tapi kalau mereka minta minta proyek atau bansos ratusan miliar di APBN/APBD tiap tahun itu disebutnya "dukungan pemerintah untuk perjuangan umat Islam.

Kalau NU mendukung pembubaran HTI, NU disebut "mendukung rezim otoriter anti demokrasi anti Islam."
Tapi kalau mereka memberontak ke NKRI dan menyebut Pancasila thaghut dan syirik, itu disebutnya "menegakkan syariat Islam.

Kalau NU mengutuk terorisme, itu disebut "pengalihan isu." Kalau ada teroris ditembak mati itu disebut "pelanggaran HAM dan memusuhi Islam..Tapi kalau mereka sendiri bikin teror ke masyarakat hingga mengancam kehidupan bangsa, maka itu disebut sebagai "amar makruf nahi munkar."

Kalau ada seorang ulama wafat, disebut "mati tidak wajar atau suul khatimah (na'udzubillah).
Tapi kalau teroris mati dan dikuburkan itu disebut "jasadnya harum wangi.

Inikah gambaran yang haq dibilang batil, yang batil dibilang haq?

Jangan biarkan ulama Kita dibuly oleh mereka yg haus kekuasaan sesaat

Indonesiapunyacerita.

Serba salah jadi kyai NU


Berikut jadwal Khutbah Juma't 24 Juli 2020 Muballigh LDNU Bontang untuk masjid-masjid binaan LDNU di Kota Bontang dan sekitarnya.


Jika pada jadwal yang dipublish di situs nubontang.or.id terdapat perbedaan dengan versi cetak oleh LDNU Bontang, maka yang benar yang versi cetak LDNU Bontang.

Versi PDF dapat di download disini

NB:
Jika ada saran atau keluhan mohon menghubungi Pengurus LDNU di bawah ini
  1. 1. Ustadz Ahmad Fauzi Asfar, S.Pd    0853 9221 9599
  2. 2. Ustadz Yusuf Musawwi, S.Pd.I       0813 4648 4839
  3. 3. Ustadz Muhammad Ilham H.          0823 5268 9060

Jadwal Khutbah Jum'at, 24 Juli 2020


Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bontang merealisasikan Rapid Test Tanpa Biaya (Gratis) terhadap 193 santri yang ingin balik ke pondok pesantren, data ini didapatkan dari Sekretaris PCNU Kota Bontang H. Sunanto, Rapid Test ini dilakukan di LABKESDA (Laboraturium Kesehatan Daerah Kota Bontang) tepatnya di kelurahan Api-api Kecamatan Bontang Utara,.


Saat Ditemui secara terpisah Ketua PCNU Kota Bontang H. Kamilan membenarkan hal tersebut. "Ini semua terjadi karena adanya mediasi komunikasi yang baik dari kita Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bontang dengan Pemerintah Kota Bontang, harapannya kedepan hubungan ini makin intens dan makin baik. Puangkasnya..

Dari total 193 santri yang terdata untuk mengikuti Rapid Test Gratis, 109 diantaranya belum melakukan Rapid Tes dikarenakan masih menunggu info jadwal  dari asal pondok pesantren masing-masing karena beberapa pondok masih blum membolehkan santrinya untuk kembali..

Randa (LDNU)

PCNU Kota Bontang Realisasikan Rapid Test Gratis untuk Santri



Lantunan Dzikir dan sholawat menggema di kota bontang Sabtu 18 Juli 2020 tepatnya di masjid Al Mukaromah Kecamatan Bontang Utara (belakang toko swalayan gunung mas), putaran majelis sholawat bontang (MSB) dihadiri para undangan khususnya warga sekitaran masjid al mukaromah dengan mematuhi Protokoler kesehatan Covid 19.


Ditengah pandemi covid 19 yang merebak para pengurus majelis sholawat bontang menghimbau para jamaah yang hadir untuk dapat menghunakan masker, selain itu panitia juga menyediakan beberapa alat penunjang semisal alat pengatur suhu, tempat pencuci tangan dan jarak duduk minimal antar jamaah. Kesemuanya dilakukan untuk meminimalisir menularnya virus corona (covid 19).



Dalam sambutannya Ketua Umum Majelis Sholawat Bontang (MSB) Gus Amin menyampaikan untuk selalu bermajelis dengan gaya hidup bersih dan sehat serta memohon kepada allah swt agar penyakit atau wabah covid 19 ini bisa segera berakhir. Tak lupa pula Gus Amin mengucapkan banyak sekali terimakasih kepada segenap takmir masjid Al Mukaromah dan seluruh para donatur atas segala support, bantuan, tenaga, moril maupun materil demi suksesnya acara pada malam hari ini.



Kendati harus mematuhi arahan gugus covid 19 kota bontang tidak mengurangi atusiasme semangat dan keistiqomahan Dalam mencari berkah di majelis yang mulia ini.


Acara berlangsung begitu meriah dengan qasidah terbaik yang dibawakan oleh tim sholawat Dansus 99.
 

Randa (LDNU)

Jamaah Membludak, MSB Sukses Gelar Sholawatan.


Bertempat di gedung PCNU Kota Bontang di jl. Pattimura Rijalul Anshor  Kota Bontang membuka kembali rutinannya yg selama ini diliburkan dikarenakan anjuran pemerintah merebaknya pandemi Covid 19 khusunya di Kota Bontang (diperkirakan hampir 4 bulan liburnya)


Pada hari ini tepat pada malam Ahad minggu ketiga (18/7) pembukaan Acara Rijalul Anshor ini berlangsung meriah dihadiri para pengurus dari tingkat Ranting hingga pengurus cabang dan warga NU kota bontang dari berbagai kalangan


Dalam kesempatan ini Pembina Rijalul Anshor Abah Haji Chusnul Dhihin (Mubaligh LDNU Kota Bontang) menyampaikan dalam sambutannya "alhamdulillah, pada malam hari ini majelis kita yg sudah lama diliburkan sudah dibuka kembali, harapannya dengan berkah majelis ini Pandemi Covid 19 ini segera berakhir dan tetap semangat untuk sholawat dimanapun kita berada".

Dalam acara ini juga ketua Rijalul Anshor Ust. Ahmad Fatoni mengucapkan banyak terima kasih kepada yg telah membantu kesuksesan Acara ini mulai para donatur, dari seksi pengamanan temen-temen Banser  dan juga seksi konsumsi Dari RCA (Reaksi Cepat Al Baitsu) semoga allah swt mencatat kesemuanya sebagai amal kebaikan, Tambahnya.. 

Ngaji pada malam hari ini mengulas tentang bab menuntut ilmu di kitab Ta'lim Muta'alim yg dibawakan oleh KH. Mulkan Adzima (Wakil Rois Syuriah PCNU Kota Bontang dan Pengasuh Madrasah Darul Fattah Pisangan) dengan materi Pentingnya memilih teman dalam menuntut ilmu dan Pentingnya memilih guru yg bersanad langsung dari ulama Nahdlatul Ulama, Acara ini berlangsung mulai dari bada Isya juga dirangkai dengan Pembacaan Rotib Al Haddad dan juga diramaikan oleh grup sholawat Anwarul Musthofa Loktuan Binaan Ust. Fauzi Asfar.


Acara ini ditutup dengan doa yg dibawakan oleh Ust. Adam Mansur dan dilanjut dengan ramah tamah, makan menggunakan Nampah (cara makan khas anak pondok)..



Randa (LDNU)

Pembukaan Meriah Rijalul Anshor Kota Bontang


Kisah Hizbut Tahrir (HT) sebagai organisasi terlarang di sebagian besar dunia Islam di kawasan Timur-Tengah bukan sebuah isapan jempol. Tidak hanya itu saja, bahkan ratusan aktivis HT juga ditangkap dan dipenjara. Meskipun, para aktivisnya berusaha bergerak di bawah tanah dengan menggunakan label organisasi lain untuk mengecoh pemerintah setempat.


Arab Saudi termasuk salah satu negara yang melarang keras keberadaan HT. Hal tersebut bisa dilihat dari fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama Arab Saudi yang secara umum memberikan catatan merah terhadap HT.


Murad Bathal Syaibani dalam Harian al-Hayat mengutip salah satu fatwa ulama Arab Saudi terkait HT. Isi fatwanya, HT adalah partai politik yang sesat. Pandangan HT terkait sunah Nabi, para sahabat, dan beberapa terma dalam ilmu akidah dapat dikatagorikan bid'ah. Pandangan mereka bertentangan dengan ahlussunnah wal jamaah dalam banyak hal. Semua itu bisa dibaca dengan mudah dalam buku-buku mereka.


Memang, salah satu yang membedakan antara HT dengan beberapa kelompok terlarang lainnya adalah soal pahamnya yang mudah dibaca, bahkan tersedia dengan mudah di internet. Tidak hanya itu, buku-buku HT diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ini, HT tidak bisa mengelak jika beberapa pahamnya dianggap berbahaya.


Arab Saudi dikenal sebagai negara yang sejak awal berdiri menjadikan Wahabisme atau paham yang dibangun oleh Muhammad bin 'Abdul Wahhab sebagai rujukan utama. Mereka tidak memberikan ruang bagi paham lain untuk tumbuh dan berkembang.


HT dikenal sangat agresif menyebarluaskan pahamnya di seantero Timur-Tengah. Arab Saudi merasa agresivitas HT dapat mengganggu Wahabisme yang telah menjadi satu-satunya rujukan dalam paham keagamaan sekaligus alat untuk memperkokoh sendi-sendi rezim Ibnu Saud.


Maka dari itu, wajar jika paham HT tidak akan mendapatkan tempat di Arab Saudi, karena dapat dianggap mengganggu Wahabisme yang sudah mapan dan menjadi paham resmi kerajaan. Di Arab Saudi dialektika pemikiran keagamaan sangat tidak memungkinkan, karenanya mereka akan sangat cepat mengeluarkan keputusan larangan terhadap HT, yang biasanya didahului dengan fatwa keagamaan untuk mendapatkan legitimasi teologis dan yuridis.


Penolakan Arab Saudi terhadap HT jauh dari sekadar argumen teologis-yuridis, melainkan juga berlatar sejarah panjang relasi antara Arab Saudi dengan Ikhwanul Muslimin (IM). Arab Saudi sangat alergi dengan paham atau kelompok yang mempunyai hubungan dengan IM.


Secara historis, HT mempunyai irisan dengan IM karena pendirinya Taqiyuddin Nabhani merupakan aktivis IM. Nabhani, yang mendirikan HT dalam rangka mengakselerasikan mimpi ideologis IM perihal pendirian khilafah.


Nabhani melalui HT mempunyai pandangan bahwa solusi bagi umat Islam hanya khilafah. Mereka menyatakan khilafah sebagai obat yang bisa menyembuhkan seluruh persoalan umat Islam. Bagi HT, khilafah menjadi sebuah kewajiban, dan karenanya sistem selain khilafah dianggap kafir, termasuk sistem monarki absolut yang dianut Arab Saudi saat ini.


Tentu saja, Arab Saudi menentang keras pandangan HT tersebut. Secara politis, HT dapat menjadi batu sandungan serius bagi Arab Saudi. Membangunkan kembali khilafah berarti secara eksplisit hendak meruntuhkan rezim Ibnu Saud.


Siapapun yang bisa berbahasa Arab akan dengan mudah memahami bahwa HT adalah partai politik. HT bukan gerakan dakwah biasa, melainkan sebuah gerakan politik yang dapat mengancam stabilitas dan eksistensi rezim Arab Saudi.


Di dalam bukunya ditegaskan secara terang-terangan, HT adalah partai politik, ideologinya Islam. Politik menjadi inti gerakannya dengan Islam sebagai prinsipnya. Ia bergerak di tengah-tengah umat untuk menjadikan Islam sebagai inti untuk menjadi penuntun bagi tegaknya khilafah dan pemerintahan yang dititahkan Tuhan. HT adalah gerakan politik, bukan gerakan spiritual, pendidikan, dan filantropis.


Arab Saudi dikenal sebagai negara yang melarang berdirinya partai politik. Maka, tidak ada ruang sama sekali untuk memberikan keleluasaan bagi siapa pun untuk mengembangkan paham dan gerakan HT di Arab Saudi. Karenanya, Arab Saudi akan sangat sensitif bahkan cenderung keras memperlakukan siapapun yang mempunyai hubungan dengan HT, termasuk bagi mereka yang menggunakan simbol seperti bendera HTI. Arab Saudi akan bersikap tegas.


Para ulama paham betul bahwa sebenarnya tidak ada kemufakatan perihal "bendera tauhid", atau yang dikenal dengan "Panji Rasulullah", dikarenakan perawinya tidak bisa dipercaya, karenanya masuk katagori hadis lemah (dhaif). Orang-orang Arab Saudi tidak akan mudah dibodohi oleh HT dan ISIS yang kerap mengklaim "bendera tauhid". Untuk hal ini, di dunia Islam tidak dikenal istilah "bendera Tauhid", karena kalimat tauhid itu adanya di dalam hati, diucapkan, dan diamalkan dalam tindakan nyata.


Bahkan jika dicermati, bendera HTI itu bisa mengancam bendera Arab Saudi yang sama-sama menggunakan kalimat tauhid.


Di Arab Saudi, siapa pun yang terindikasi dengan kelompok-kelompok terlarang, seperti HT dan ISIS bisa dipenjara sampai 23 tahun. Karenanya, jangan main-main dengan mengibarkan bendera HTI dan ISIS di sana, karena akan berurusan dengan aparat keamanan dan dianggap sebagai tindakan makar.


Hubungan antara Arab Saudi dan HT semakin memburuk karena sikap HT yang di dalam setiap pernyataannya cenderung merendahkan rezim Ibnu Saud dan seluruh kebijakan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi. Tidak ada iktikad baik dari HT untuk mengapresiasi rezim Ibnu Saud. Padahal, Arab Saudi masih memegang kendali peta geopolitik di Timur-Tengah.


Beberapa pandangan di atas membuktikan betapa HT tidak mempunyai tempat sama sekali di Arab Saudi. Karenanya siapa pun harus berhati-hati untuk tidak menjadi bagian dengan HT atau memamerkan simbol HT di Arab Saudi, karena hal tersebut akan menjadi pelanggaran berat yang bisa berujung di jeruji besi.


Zuhairi Misrawi intelektual muda Nahdlatul Ulama, analis pemikiran dan politik Timur-Tengah di The Middle East Institute, Jakarta

Kenapa Arab Saudi Melarang Hizbut Tahrir?


HUKUM ITU MILIK ALLAH, WAHAI ALI, BUKAN MILIKMU DAN PARA SAHABATMU.
Teriakan itu menggema ketika _Abdurrahman bin Muljam Al Muradi_ menebas Kepala Sahabat Nabi, Khalifah Amirul Mu'minin *Ali bin Abi Thalib*.

Hari Jumat Waktu Subuh 17 Ramadhan, Duka menyelimuti Hati Kaum Muslimin.
Nyawa Sahabat Nabi yang telah dijamin oleh Rasululah SAW menjadi Penghuni Surga itu Hilang di Tangan Seorang Saudara Sesama Muslim.

Khalifah Ali bin Abi Thalib terbunuh atas Nama Hukum Allah, dan Demi Surga yang entah kelak akan menjadi Milik Siapa.

Tidak berhenti sampai disana, saat melakukan Aksinya, Abdurrahman Ibnu Muljam juga tidak berhenti Merapal Surat Al Baqarah ayat 207 :

ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﺸْﺮِﻱ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﺍﺑْﺘِﻐَﺎﺀَ ﻣَﺮْﺿَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺑِﺎﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ
“Dan di antara Manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari Keridhoan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada Hamba-hamba-Nya.”

Sebagai Hukuman atas Aksinya mencabut Nyawa seorang Khalifah, Ibnu Muljam kemudian dieksekusi Mati dengan Cara Qishas.

Prosesi Hukuman Mati yang dijalankan terhadap Ibnu Muljam juga berlangsung dengan Penuh Drama.

Saat tubuhnya diikat untuk dipenggal kepalanya, Dia masih sempat berpesan kepada Algojo :
_“Wahai Algojo, janganlah Engkau Penggal Kepalaku sekaligus. Tetapi Potonglah Anggota Tubuhku Sedikit demi Sedikit, hingga Aku bisa menyaksikan Anggota Tubuhku disiksa *di Jalan Allah*”_

Ibnu Muljam meyakini dengan sepenuh Hati, bahwa Aksinya mencabut Nyawa Suami Sayyidah Fathimah Az Zahra, Menantu dan Sepupu Rasulullah SAW, serta Ayah dari Hasan dan Husein itu adalah sebuah Aksi *_Jihad Fi Sabilillah_*.

Seorang Ahli Surga harus meregang Nyawa di Tangan Seorang Muslim yang meyakini Aksinya itu adalah di Jalan Kebenaran demi meraih Surga Allah.

Potret Ibnu Muljam adalah Realita yang terjadi pada Sebagian Umat Islam.
Generasi Pemuda yang mewarisi Watak Ibnu Muljam itu _Giat memprovokasi untuk berjihad di Jalan Allah dengan Cara Memerangi, dan bahkan Membunuh Nyawa Sesama Kaum Muslimin._

*Siapa Sebenarnya Sosok Abdurrahman Ibnu Muljam?*

Dia adalah Lelaki yang Shaleh, Zuhud dan Bertakwa, dan mendapat Julukan Al-Maqri’.

Sang Pencabut Nyawa Sayyidina Ali bin Abi Thalib itu Seorang Huffazh Alias Penghafal Alquran, dan sekaligus Orang yang mendorong Sesama Muslim untuk menghafalkan Kitab Suci tersebut.

Khalifah Amirul Mu'minin Umar bin Khaththab pernah menugaskan Ibnu Muljam ke Mesir untuk memenuhi Permohonan Sahabat Nabi, Gubernur ‘Amru bin ‘Ash, untuk mengajarkan *Hafalan Alquran* kepada Penduduk Negeri Piramida itu.

Dalam Pernyataannya, Khalifah Umar bin Khaththab bahkan menyatakan :
“Abdurrahman bin Muljam, Salah Seorang Ahli Alquran yang Aku Prioritaskan Untukmu daripada untuk Diriku Sendiri.
Jika Dia telah datang kepadamu, maka siapkan Rumah untuknya, untuk Dia mengajarkan Alquran kepada Kaum Muslimin, dan Muliakanlah Dia Wahai ‘Amru bin ‘Ash”.

Meskipun Ibnu Muljam Hafal Alquran, Bertaqwa, dan Rajin Beribadah, tetapi semua itu tidak bermanfaat baginya.

Dia Mati dalam Kondisi *Su’ul Khatimah*, tidak membawa Iman dan Islam, *akibat kedangkalan Ilmu Agama yang dimilikinya*.

Afiliasinya kepada Pemahaman *Khawarij* telah membawanya terjebak dalam Pemahaman Islam yang Sempit.

Ibnu Muljam menetapkan Klaim terhadap Surga Allah dengan sangat Tergesa-gesa dan Dangkal.
Sehingga Dia dengan Sembrono melakukan Aksi-aksi yang bertentangan dengan Nilai-nilai Luhur Islam.

Alangkah menyedihkan karena Aksi itu diklaim dalam Rangka membela Ajaran Allah dan Rasulullah.
Sadarkah Kita bahwa Saat ini telah Lahir Generasi-generasi Baru Ibnu Muljam yang bergerak secara Massif dan Terstruktur.

Mereka adalah Kalangan Saleh yang menyuarakan Pembebasan Umat Islam dari Kesesatan.
Mereka menawarkan Jalan Kebenaran menuju Surga Allah dengan Cara mengkafirkan Sesama Muslim.

Ibnu Muljam Gaya Baru ini Lahir dan bergerak secara berkelompok untuk meracuni Generasi-generasi Muda Islam. Sehingga Mereka dengan mudah mengkafirkan Sesama Muslim. *Mereka dengan Ringan menyebut Sesat pada Para Ulama*.

Raut Wajah Mereka memancarkan Kesalehan, bahkan Tampak pada Bekas Sujud di Dahi Mereka.

Mereka senantiasa membaca Alquran di Waktu Siang dan Malam. Namun sesungguhnya Mereka adalah Kelompok yang Merugi.

Rasulullah dalam Sebuah Hadits telah memperingatkan Kelahiran Generasi Ibnu Muljam ini :
"Akan muncul Suatu Kaum dari Umatku yang Pandai membaca Alquran. Dimana Bacaan Alquran Kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Bacaan Mereka. Demikian pula Shalat Kalian daripada Shalat Mereka. Juga Puasa Mereka dibandingkan dengan Puasa Kalian. Mereka membaca Alquran, dan Mereka menyangka bahwa Alquran itu adalah Hujjah bagi Mereka, namun ternyata Alquran itu adalah Bencana atas Mereka. Shalat Mereka tidak sampai melewati Batas Tenggorokan. Mereka Keluar dari Islam sebagaimana Anak Panah Meluncur dari Busurnya."
*(Hadits Sahih Riwayat Imam Muslim)*

Kebodohan mengakibatkan Mereka merasa Berjuang Membela Kepentingan Agama, padahal Hakikatnya Mereka sedang memerangi Islam dan Kaum Muslimin.

Wahai Kaum Muslimin,
Waspadalah pada Gerakan Generasi Ibnu Muljam..!!
Mari Kita Siapkan Generasi Muda Kita, agar tidak diracuni oleh Golongan Ibnu Muljam Gaya Baru.
Islam itu Agama Rahmatan Lil Alamin.
Islam itu Agama Keselamatan.
*Islam itu merangkul, dan bukan memukul*.
Ihdinash Shiratal Mustaqiim

🔰 KH. AZIZI HASBULLAH*
# *Alumni Pon-Pes Lirboyo Kediri*
# *Dewan Mushohih dan Perumus Senior Bahtsul Masa-il Jawa-Madura*

Generasi Ibnu Muljam telah lahir kembali, Iblis berwujud orang sholeh


NUBONTANG.OR.ID - Bedasarkan Pess Release dari Tim Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bontang, bahwa pada Jumat, 17 Juli 2020 ada tambahan 2 balita yang posistif Covid-19.
Adapun Isi pess release sebagai berikut.

PESS RELEASE 81

Jumat, 17 Juli 10.00 Wita 

Bagi seluruh masyarakat Kota Bontang, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bontang menyampaikan beberapa hal penting terkait perkembangan kasus COVID-19 di Kota Bontang: 
1. Hari ini, Jumat 17 Juli 2020 Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID19 Kota Bontang mendapatkan hasil dan telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur: 
2 orang terkonfirmasi postif COVID-19 selanjutnya disebut kasus18BTG dan kasus19BTG. Data Umum Kasus18BTG : Laki-laki, 2 tahun 10 bulan 
Kasus19BTG : Perempuan, 4 tahun 3 bulan Kasus18BTG dan Kasus19BTG adalah kakak beradik

info lengkap pes release dapat didownload disini.

Dua Balita positif Covid-19 Di Kota Bontang


KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bukan orang NU pertama yang diundang menjadi pembicara di antara orang-orang Yahudi di Israel. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan salah satu tokoh yang getol berupaya meletakkan pondasi perdamaian antara Palestina dan Israel dengan menjadi pembicara di forum tertinggi Kongres Yahudi.

Bahkan, Gus Dur membuat para Rabi Yahudi menitikkan air mata karena Gus Dur berpidato dengan menggunakan bahasa Ibrani dengan fasih tanpa teks. Selain itu, pesan perdamaian yang dilontarkan Gus Dur turut memotivasi para Rabi Yahudi bahwa kemanusiaan menjadi faktor penting dalam memandang setiap konflik. Setidaknya, dampak positifnya ialah tidak semua Yahudi mendukung langkah militer Israel ke Palestina.

Kisah para Rabi Yahudi menangis oleh pidato Gus Dur dikisahkan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim. “Dulu Gus Dur malah jadi pembicara utama Kongres Yahudi di Israel,” ungkap Kiai Luqman.

Kiai Luqman mengungkapkan, para Rabi Yahudi yang hadir menitikkan air mata, Gus Dur berbicara dengan bahasa Ibrani tanpa teks. Usai berpidato, Gus Dur disambut tepuk tangan panjang, bahkan tepuk tangan terpanjang di dunia sampai 15 menit.

“Dakwah kemanusiaan yang dahsyat,” ujar Kiai Luqman.
Terkait kepergiaannya ke Israel saat awal menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Dur ditentang oleh para kiai NU sendiri karena dilakukan ketika konflik Israel dan Palestina sedang memanas.

“Tapi efeknya mengejutkan dan positif bagi dunia Islam. Pemikirannya yang mendunia membuat dia diangkat jadi Presiden Perdamaian Agama Samawi,” jelas Kiai Luqman.

Lebih dari itu, Kiai Luqman menerangkan, di dunia ini setelah era Imam Al-Ghazali dan Ibnu Arabi, tidak ada lagi tokoh pemikir dunia yang menjadi program jurusan di sebuah universitas terkenal di dunia, kecuali Gus Dur.

“Di University of Pennsylvania ada Jurusan Pemikiran Abdurrahman Wahid,” tandas kiai kelahiran Madiun, Jawa Timur ini.
.
Source : @nuonline_id

Saat Para Rabi Yahudi di Israel Menangis Mendengar Pidato Gus Dur



KH Maksum Jauhari lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada hari seloso pahing (8 Agustus 1944 / 18 Syaban 1363 ), cucu dari pendiri Pondok Pesantren Lirboyo KH. Abdul Karim.

GUS MAKSUM (Beliau akrab disapa) berprilaku nyeleneh menurut adat kebiasaan orang pesantren.

Penampilannya nyentrik. Dia berambut gondrong, jengot dan kumis lebat, kain sarungnya hampir mendekati lutut, selalu memakai bakiak.

▪Diantara pesan - pesan beliau untuk para santri;
”Santri itu harus Alim..,
Kalau tidak Alim harus Jaduk,
kalau tidak Jaduk harus Kaya.
Kalau tidak semua mending pulang,
Nikah punya anak banyak jadikan santri semua.”
Beliau wafat pada hari senin pahing, 22 Desember 2003 M /27 SyawwaL 1424 H.
--
kangge BeLiau, Lahuu al Faatihah...

Pesan-Pesan KH Maksum (Gus Maksum)



Kiai Haji Maksum Jauhari adalah legenda di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Selain mengajar ilmu agama, Gus Maksum juga dikenal sebagai pendekar pilih tanding di tanah air.

Meski jasadnya telah wafat, nama Gus Maksum masih disebut banyak orang hingga sekarang.

Gus Maksum adalah ikon kejayaan ilmu bela diri santri Pondok Pesantren Lirboyo.

Ajang pertarungan silat Pencak Dor menjadi salah satu monumen kenangan yang ditinggalkan Gus Maksum semasa hidupnya.

Gus Maksum adalah putra dari Kiai Haji Abdullah Jauhari di Kanigoro Kediri. Usai menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kanigoro, Gus Maksum melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Lirboyo.

Selebihnya sisa masa mudanya dihabiskan untuk berkeliling dari kota ke kota mencari ilmu silat, tenaga dalam, pengobatan, dan kejadukan.

Salah satu tempat yang menjadi jujukan Gus Maksum belajar ilmu silat adalah Ahmad Fathoni,
seorang pendekar di Rengas Dengklok, Karawang, Jawa Barat, yang beraliran Cikaret dan Cikalong.
Di luar itu, Gus Maksum juga berburu ilmu kepada sejumlah kiai di Kediri, Blitar, dan Cirebon.

Badrul Huda Zainal Abidin atau Gus Bidin, keponakan Gus Maksum yang disebut-sebut mewarisi ilmu silat pamannya, menyebut jika Gus Maksum adalah pendekar yang tak memiliki lawan di masanya.

Rambutnya yang dibiarkan gondrong menjadi ciri khas Gus Maksum hingga dijuluki pendekar si rambut api. “Konon rambut beliau bisa menjadi api,” kata Gus Bidin.

Media massa nasional kala itu pernah menulis pernyataan Gus Maksum yang menantang semua dukun santet untuk menyantet dirinya. Dan beberapa santri menyebut upaya penyantetan kepada Gus Maksum selalu gagal. Segala macam ilmu hitam tak akan mempan kepada dirinya.

Hingga kini Gus Bidin masih menempati rumah kediaman Gus Maksum,
tepat di depan masjid lama Ponpes Lirboyo. Rumah itu tak banyak mengalami perubahan wajah selain penambahan beberapa ruang di belakang.

Selain itu, keberadaan monyet-monyet yang dulu menempati halaman depan rumah Gus Maksum juga sudah tidak tampak.

Di era penumpasan Partai Komunis Indonesia di wilayah Kediri dan sekitarnya,
nama Gus Maksum berada di urutan teratas.

Selain membela pesantren dan Nahdlatul Ulama yang menjadi musuh idiologis PKI, Gus Maksum punya alasan khusus untuk mengangkat senjata dalam penumpasan itu.

Pondok pesantren milik ayahnya di Kanigoro Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri pernah diserbu oleh massa PKI. Bahkan di masjid pondok yang tengah dipergunakan kegiatan oleh aktivis Islam yang tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PPI), massa PKI telah berbuat di luar batas.
Kala itu anggota PPI sedang menggelar kegiatan Mental Training (Mantra) di Kanigoro.

Suatu pagi, usai menjalankan sahur di bulan Ramadlan, massa PKI tiba-tiba merangsek ke sekitar Masjid KH Abdullah Jauhari.

Mereka menyisir perumahan warga untuk mencari peserta PII yang menginap di rumah warga.
Sebagian massa menyerbu masjid dan melempar serta menginjak-injak Al Quran.

Tak hanya itu, peserta PII dan Kiai Abdullah Jauhari juga diarak menuju kantor polisi sektor. Setelah situasi reda, mereka kembali dipulangkan ke tempat asal.

Perilaku massa PKI kepada ayahnya ini menjadi salah satu kemarahan Gus Maksum.

Dalam peristiwa penumpasan PKI tersebut, almarhum Kiai Haji Idris Marzuki pernah menyampaikan jika kala dirinya berbagi tugas dengan Gus Maksum.

Kiai Idris Marzuki bertanggungjawab atas kelangsungan pendidikan pondok, sedangkan Gus Maksum berperang menumpas PKI dengan dibantu TNI.

Tradisi Pencak Dor
Perang tanding antar sesama pesilat adalah salah satu metode pengajaran Gus Maksum kepada santrinya.

Untuk menguji tingkat penguasaan jurus yang diajarkan, Gus Maksum meminta mereka untuk perang tanding. Jadi itu semacam ujian.

Hingga kini tradisi perang tanding ini masih dipertahankan oleh Gus Bidin sebagai pengajar silat yang menjadi ekstrakurikuler pendidikan pondok Lirboyo. Hanya saja, ajang pencak dor saat ini tak hanya dikhususkan untuk santri, tetapi terbuka lebar untuk masyarakat umum.

Semua pendekar pencak bisa naik ke atas gelanggang untuk beradu silat dan saling menjatuhkan.
Satu-satunya peraturan yang dibuat penyelenggara pertandingan adalah “ di atas lawan di bawah kawan”.

Artinya, tak boleh ada dendam di luar gelanggang meski sebelumnya terlibat adu jotos yang sangat keras. Itulah pencak yang diajarkan Gus Maksum.

Pendekar Berambut Api, dan Tradisi Pencak Dor




8 JASA GURU NGAJI YANG SERING TERLUPAKAN

Mungkin guru ngaji kita seorang ustadz yang sederhana, tidak rupawan, tidak ahli ceramahan, tidak dapat gajian, tidak punya gelar pendidikan, tidak dikenal banyak orang, tidak pernah tampil di tv, radio dan koran, dan mungkin penampilannya kampungan. 

MUNGKIN DIMATA DUNIA BELIAU TIDAK DIPERHITUNGKAN!

Tapi ingatlah 8 jasa-jasa luar biasa guru ngaji kita dibawah ini yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

1. Jika iman adalah jalan keselamatan, ketenangan dan kebahagiaan dunia akhirat. maka ingat, guru ngaji kita lah yang menanamkan iman pada kita.

2. Jika isi otak, hati dan jiwa manusia lebih utama daripada isi perut manusia. maka ingat, guru kitalah yang telah mengisi ilmu dan ruhiyah otak, hati dan jiwa kita. 

3. Jika surga adalah ukuran suksesnya manusia. Maka ingat, guru kitalah yang gigih mengarahkan kita ke jalan surga

4.Jika orangtua hanya menyuruh kita beribadah, maka gurulah yang mengajarkan kita segala macam ibadah

5. Jika Al-Qur'an adalah pedoman hidup kita, lezat membacanya, nikmat mentadabburinya, manfaat mengamalkannya. Maka ingat, guru kitalah yang dulu susah payah  mengajarkannya.

6. Jika dekat dengan Allah adalah sebaik-baiknya keadaan, maka ingat, guru kitalah yang mendekatkan kita kepadaNYA. 

7. Jika sekarang kita mensyukuri kesholehan diri, pasangan dan keturunan. Maka ingat, guru kitalah yang menjadi asbab kesholehan kita. 

8. Jika karena akhlak kita orang-orang menyukai kita, banyak teman, banyak saudara dimudahkan segala perkara. Maka ingat guru kitalah yang mengajarkan akhlak mulia kita.

Mudahan-mudahan ilmu yg sampian (guru) ajarkan kepada kami,bisa kami a'malkan terus sampai kami tidak ada lagi dan insya Allah ilmu sampian akan menjadi amal jariyah untuk sampian sampai hari kiamat nanti aamiiin.

TERIMA KASIH GURU

Semoga bermanfaat dan menjadi teladan yg baik untuk kita semua aamiiin. Ampun maaf minta halal minta ridho dunia akhirat.

SEJENAK MENGENANG JASA GURU NGAJI KITA