Al-Habib Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, M.A

• Nabi Muhammad SAW
• Fatimah Az-Zahra
• Al-Imam Sayyidina Hussain
• Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
• Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
• Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
• Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin
• Sayyid Muhammad An-Naqib bin
• Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi bin
• Ahmad al-Muhajir bin
• Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin
• Sayyid Alawi Awwal bin
• Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
• Sayyid Alawi Ats-Tsani bin
• Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin
• Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
• Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
• Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad, India) bin
• Sayyid Abdullah Al-’Azhomatul Khan bin
• Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin
• Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan Al Husein bin
• Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan @ ‘Ali Nurul ‘Alam
• Sayyid ‘Umdatuddin Abdullah Al-Khan bin
• Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah Al-Khan
• Pangeran Pasarean @ Pangeran Muhammad Tajul Arifin
• Pangeran Dipati Anom @ Pangeran Suwarga @ Pangeran Dalem Arya Cirebon
• Pangeran Wirasutajaya ( Adik Kadung Panembahan Ratu )
• Pangeran Sutajaya Sedo Ing Demung
• Pangeran Nata Manggala
• Pangeran Dalem Anom @ Pangeran Sutajaya ingkang Sedo ing Tambak
• Pangeran Kebon Agung @ Pangeran Sutajaya V
• Pangeran Senopati @ Pangeran Bagus
• Pangeran Punjul @ Raden Bagus @ Pangeran Penghulu Kasepuhan
• Raden Ali
• Raden Muriddin
• KH Raden Nuruddin
• KH Murtasim ( Kakak dari KH Muta’ad leluhur pesantren Benda Kerep & Buntet )
• KH Said ( Pendiri Pesantren Gedongan )
• KH Siraj
• KH Aqil
• KH Said Aqil Siraj ( Ketua PBNU )

Mungkin masih banyak yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, bahwa Ketua PBNU, Prof. Dr. KH Sa'id Aqil Siradj juga seorang "Habib" alias keturunan (dzurriyah) Rasulullah saw. Ini nih silsilah lengkapnya supaya paham, kalau perlu dihafal, hehehe...

KH. Said Agil Siradj bin KH Agil bin KH Siradj bin KH Said (gedongan) bin KH Murtasim bin KH Nuruddin bin KH Ali bin Tubagus Ibrahim bin Abul Mufakhir (Majalengka) bin Sultan Maulana Mansur (Cikaduen) bin Sultan Maulana Yusuf (Banten) bin Sultan Maulana Hasanuddin bin Maulana Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati) bin Abdullah bin Ali Nurul Alam Syeh Jumadil Kubro bin Jamaludin Akbar Khan bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik al-Muhajir (Nasrabad India) bin Alawi Ammil Faqih ( Hadrulmaut) bin Muhammad Shohib Mirbat Ali Kholi' Qosam bin Alawi atsani bin Muhammad Shohibus Saumi'ah bin Alawi Awwal bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa ArRumi bin Muhammad an Naqib bin Ali 'Uraidhi bin Ja'far as Shodiq bin Muhammad al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra Ra binti Sayyidina wa Maulana Rasulullah Muhammad SAW.

Menurut versi lain (yang lebih shahih), yakni menurut ketua Naqobah kesultanan Banten (Zein Sempur Al bakri). KH Said Aqil Siraj adalah keturunan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati Cirebon) melalui jalur nasab Kraton Gebang Ilir Kuningan Cirebon.. bukan melalui jalur sultan Banten seperti yang banyak beredar di dunia maya.

Nah, terlepas dari perbedaan versi di atas, tapi jelas kan, bahwa garis nasab beliau ini sambung hingga ke Rasulullah saw. Bahkan, Kiai Sa'id juga keturunan para wali dan ulama top. Namun, seperti kebanyakan kiai dan ulama NU, banyak yang namanya tidak diberi "Habib". Bagi warga NU, guru harus dihormati, entah dia habib atau bukan, bergelar akademik tinggi atau tidak, setiap guru harus dihormati. Inilah akhlaq.
Sumber: Diambil dari FB mwc NU Panai Hilir.

Silsilah Al-Habib KH. Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU


Masih tentang New Normal. Belajar dari pengalaman lalu, baik itu Stay at home atau Work form home. Nampaknya New Normal sesuai standar protokoler akan hanya berjalan beberapa minggu saja jika tanpa control yang tegas. Contoh konkret saja, himbauan untuk cuci tangan dengan teratur setelah beraktifitas. Hal ini hanya gencar dilakukan awal-awal saja saat momok pandemi sedang "seram-seramnya" di mata masyarakat. Setelah itu ? Ya biasa-biasa saja. 

Bagi para pemangku kebijakan sebagaimana pemerintah, memang sangat berat jika harus mengawasi setiap orang untuk harus menerapkan kebijakan yang include dalam tatanan New Normal di berbagai skup lapisan. Mungkin hanya beberapa hal saja yang bersifat paten dan layanan publik yang bisa dipertahankan. 

Pembukaan tempat ibadah dianjurkan tidak menggunakan karpet dan menjaga jarak antar saf, ini bisa dilakukan karena faktor sekali kerja dan bersifat publik. Tanpa menggunakan karpet sebagai alas untuk shalat sudah lama diterapkan. Karena hanya butuh sekali kerja. Karpet digulung, selesai urusan. Pembatasan jarak antar saf, ini juga masih bisa dilakukan, karena bersentuhan langsung dengan publik. Jika tidak melakukannya maka pelaku akan mendapatkan sanksi sosial atau teguran langsung dari masyarakat. Lalu bagaimana dengan hal-hal yang bersifat individual seperti cuci tangan, tidak pergi keluar kota tanpa urusan yang urgen, penggunaan masker dan beberapa kebijakan lainnya ?

Penerapan New Normal akan diterapkan dalam skala nasional, disini peran masyarakat sangat amat penting. Karena sekali lagi, terlalu berat jika harus bertumpu kepada pemerintah saja tanpa kerja sama yang baik dengan masyarakat. 
Jika dibahasakan, dalam memasuki New Normal ini, yang kita butuhkan adalah self control atau pengontrolan diri dari masing-masing individu, kembali kepada kesadaran individu. Atau bisa juga family control. Dimulai dari skup terkecil dalam bermasyarakat, yaitu keluarga. 

Untuk memulai New Normal, dapat kita terapkan dilingkup terkecil kita. Yaitu keluarga. Di lingkup ini, walaupun hal-hal tatanan dalam New Normal yang bersifat individu dapat kita terapkan bahkan dapat dilakukan secara "paksa". Sebagaimana penggunaan masker, cuci tangan dengan rutin, atau menahan diri tidak keluar kota terlebih dahulu.

Jepang adalah salah satu negara yang memiliki peradaban yang sangat apik, baik dari segi tatanan sosial, kultur, dan pola hidup. Karena masyarakat Jepang sangat menghargai tradisi nenek moyang mereka. Dan tradisi itu dijaga sebegitu kuat. Kenapa tradisi masyarakat Jepang bisa sangat kuat walaupun mereka sedang menghadapi dunia modern ? Karena penguatan tradisi mereka bukan hanya dilakukan di sektor pendidikan (sekolah) saja. Tetapi juga dikuatkan dari internalnya melalui keluarga.

Pendidikan pertama yang kita dapat adalah dari keluarga. Bahkan, dari skup inilah karakter seseorang bisa dibentuk sesuai dengan apa yang menjadi tradisi dalam keluarga. Kita bisa menghadapi New Normal, Indonesia bisa menghadapi New Normal, dan itu semua bisa dimulai dari skup terkecil, yaitu keluarga.

Miftahul Alim (Ketua LTN-NU Bontang)

New Normal dan Peran Keluarga



Bagi anda para pecinta One Piece, tentu Tak asing lagi dengan istilah New World atau yang disebut dengan Dunia Baru. Dunia Baru adalah lautan luas bagian lain yang digambarkan di sana banyak hal-hal luar biasa yang ditemui oleh kru bajak laut Topi Jerami. Manga anime besutan dari Jepang karya tangan Eiichiro Oda ini mengisahkan tentang perjalanan sekelompok bajak laut yang ingin mendapatkan harta karun terbesar di dunia One Piece yang juga disebut "One Piece". 

Pada era sebelumnya, sebelum kru bajak laut Topi Jerami ini memasuki Dunia Baru atau New World, mereka belum merasakan perbedaan dari segi kekuatan ataupun peradaban yang dimiliki oleh bajak laut bajak laut lainnya. Setelah sampai di pulau Sabaody, disinilah sisi lain New World sedikit ditampakkan. Alangkah terkejutnya kelompok bajak laut yang menjadi ikon anime manga jepang yang menduduki peringkat pertama sebagai manga terfavorit ini. Mereka menyaksikan kekuatan-kekuatan yang dahsyat yang dimiliki oleh kru-kru bajak laut maupun angkatan laut dan para aliansinya.

Di Sabaody, kru Topi Jerami dibuat kalangkabut oleh angkatan laut. Saat itu mereka belum memiliki tingakatan kekuatan sebagaimana episode sekarang. Mereka mengalami keputus-asaan. Luffy, sebagai tokoh utama dalam serial manga ini yang biasanya selalu percaya diri dan tak pernah menyerah, disini ia mengaku bahwa kekuatannya belum sama sekali siap untuk menghadapi musuh-musuhnya. Baik dari aliansi bajak laut lain maupun angakatan laut. Kalimat keputus-asaan itu nampak jelas saat ia berteriak kepada para anggotanya "kalian semua, lari sebisa mungkin, saat ini kita tidak bisa melawan mereka". 

Sungguh ini bukanlah karakter Luffy yang kita kenal, yang biasanya selalu optimis walau ditengah hal-hal konyol yang ia lakukan. Namun pada saat itu ia sadar, kru nya akan menjadi bulan-bulanan empuk jika ia bertindak dengan ego sebagaimana biasanya atau dengan hal-hal konyol yang lain. 

Dari sinilah kru Topi Jerami belajar banyak hal. Untung saja, saat itu salah satu musuh yang ia hadapi adalah Bartholomew Kuma, mantan anggota Pasukan Revolusi, yang tidak lain adalah anggota dari ayah kandung Luffy. Sebelum Kuma kehilangan ingatannya sepenuhnya untuk dijadikan sebagai robot penghancur atau Cyborg Pasifista. Ia memanfaatkan momentum ini untuk berbuat baik terakhir kalinya. Dengan kemampuan buah iblis "Nikyu Nikyu no Mi", memberinya bantalan telapak tangan yang menyimpan kekuatan untuk "memantulkan" apa saja, termasuk udara di sekitarnya dalam kecepatan tinggi. ia juga mempu menggunakannya sebagai mode teleportasi untuk apa saja yang disentuhnya. 

Saat dalam situasi keputus-asaan ketika melawan angkatan laut. Kuma memukul satu persatu anggota kru Topi Jerami untuk dipindahkan ke tempat-tempat yang asing. Dan di tempat-tempat inilah yang kelak akan menjadi tempat masing-masing anggota kru Topi Jerami untuk meningkatkan kemampuan mereka. Berapa lama mereka harus mempersiapkan diri untuk masuk ke Dunia Baru atau New World ? Dua tahun. Iya, dua tahun. Yang sebelumnya mereka sepakat untuk bertemu lagi di pulau sabaody 3 hari kedepan, namun karena keputusan sang kapten. Mereka sepakat akan bertemu di pulau sabaody setelah 2 tahun lamanya. 

Berbicara tentang New World. Mengingatkan saya dengan istilah baru yang belakangan ini sering dibahas, yaitu New Normal. Secara singkat, New Normal adalah mengajak masyarat menjalankan kembali hidup normal namun dengan beberapa tatanan baru. Tentu hal ini tak lepas akibat ulah Pandemi yang sampai saat ini belum juga usai. Lantas apa hubungannya New Normal dan New World. Ya tidak ada hubungan apa-apa, New World itu istilah dalam anime One Piece, dan New Normal adalah istilah yang akan kita gunakan untuk menyongsong hidup normal kedepan. 

Namun tak ada salahnya jika kita belajar dari kisah kru Topi Jerami diatas. Sebelum mereka memasuki Dunia Baru atau New World, mereka merasa baik-baik saja dan apa yang mereka miliki pada saat itu mereka merasa sudah sangat cukup, Namun saat mereka akan memasuki Dunia Baru, mereka baru merasakan perbedaan yang sangat signifikan. Terutama dari sisi kekuatan. Tentu dalam dunia nyata kekuatan bukanlah hal utama sebagai tolok ukur, tetapi kekuatan disini bisa juga kita artikan sebagai kesiapan kita untuk menyongsong tatanan dalam memasuki New Normal. 

Bukan untuk menakut-nakuti, 3 bulan lalu. Kita dipaksa untuk menerapkan hidup serba online. Karena tidak adanya kesiapan yang matang, membuat beberapa orang merasa tak mampu dan akhirnya memiliki hasil yang tidak optimal. Kesiapan menuju New Normal merupakan hal penting, sebagaimana yang dilakukan kru Topi Jerami dalam mempersiapkan diri untuk memasuki Dunia Baru. 

Lantas, persiapan apa saja yang kita butuhkan ? Tentu dalam hal ini masing-masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung profesi dan keahliannya dibidang masing-masing. Namun setidaknya ada beberapa pola kesiapan yang seharusnya dimiliki semua orang. 

Pertama, harus terbiasa dengan hal-hal yang bersifat protokoler, terlebih protokoler kesehatan. Masyarakat kita nampaknya sedikit "kikuk" jika harus menerapkan sesuatu kudu sesuai protokolnya. Contoh kecil saja tentang masalah antre, budaya antre masyarakat kita masih belum cukup matang. Ini contoh kecil saja, karena antre juga bagian dari standar yang harus dilakukan saat kita berada dilingkup pelayanan publik. Belum lagi hal-hal yang bersifat protokoler lainnya. 

Kedua, pola membuat kebiasaan baru, bukan mengubah kebiasaan. Image mengubah kebiasaan nampaknya juga berat jika harus dilakukan. Karena kita memiliki semboyon "menjaga tradisi", lalu apa yang harus diubah, yang ada harus di jaga 😃. Yang lebih tepat menurut saya adalah membuat kebiasaan baru. Mungkin hal ini akan lebih mudah kita lakukan. Karena dari segi bahasanya sudah berbeda. Kalaupun pada praktiknya adalah mengubah kebiasaan, hal itu tidaklah bermasalah. Contoh kecil saja, 2 atau 3 bulan lalu. Di beranda kita banyak masyarakat yang antusias untuk berjemur di jam 10 pagi. Yap, ini dilakukan agar tubuh kita kebal dan terhindar daru virus. Namun saat ini, saya tidak sama sekali menemukannya lagi di beranda med-sos saya. Karena mindset awal yang mereka gunakan adalah mengubah kebiasaan. Kebiasaan ngerumpi jam 10 pagi di ubah menjadi berjemur. Kebiasaan nyuci baju jam 10 pagi, diubah atau ditambah dengan kebiasaan berjemur. Kalau saja mereka menerapkan kebiasaan baru, mungkin hal ini akan lebih awet.

Ketiga, beralih ke dunia virtual. Banyak yang tidak siap dengan dunia virtual akhirnya kalangkabut saat dipaksa menerapkannya. Contoh, yang sudah terbiasa berdagang dengan gaya konvensional tanpa diiringi dengan berdagang melalui dunia maya. Saat semua segmen menerapkan PSBP, maka pedagang konvensional ini akan sangat kelabakan. Ia akan ditinggalkan para pembelinya yang sudah mahir menggunakan mode virtual dalam urusan jual beli. Namun tidak bagi mereka yang sudah terbiasa berdagang melalui dunia maya, kalaupun ada penurunan daya beli, tetapi hal tersebut tidak anjlog begitu saja. 

Belajar marketing di dunia virtual saat ini sangat amat penting sekali. Walaupun ada plus dan minusnya. Namun setidaknya saat kita mampu untuk bervirtualisasi, setidaknya kita tidak terlalu tertinggal jauh dengan yang lain. Saat yang lain sudah menggunakan Apk Zoom untuk meeting, kita masih ngeyel rapat harus dengan interaksi langsung. Sekali lagi, jangan tinggalkan dunia Virtual. Apa yang sedang hangat digunakan, segera pelajari itu. Setidaknya, di lain kesempatan apa yang pernah kita pelajari pasti akan bermanfaat. Syukur jika kita bisa belajar masalah IT yang jarang dipelajari orang lain, dan itu memiliki daya jual tinggi. 

Siap untuk masuk Dunia Baru ? Siap untuk masuk New Normal ?
Siap tidak siap harus siap, mau tidak mau harus siap. Persiapkan diri anda se siap mungkin. Karena keadaan akan memaksa diri anda harus siap. Jika anda tidak siap, maka bersiap-siaplah untuk ditinggalkan. 🙂

Miftahul Alim

Ketua LTN-NU Bontang

Menyongsong New Normal (belajar dari manga One Piece)



Peduli Mubaligh Terdampak Covid-19, LAZISNU Salurkan bantuan tunai senilai Rp 500.000 untuk tiap muballigh.

Merespon dampak ekonomi terhadap warga terdampak Covid-19, khususnya Mubaligh LDNU Kota Bontang. Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdatul Ulama (LAZISNU) Kota Bontang menyalurkan bantuan tunai.


Penyaluran bantuan ini, ditujukan untuk membantu meringankan beban para Mubaligh LDNU terdampak COVID 19, terlebih saat ini khususnya di Kota Bontang masih diterapkan sebagai Status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan bertepatan dengan bulan Ramadan 1441 H.

Ketua Lazisnu Kota Bontang Ustadz Ahmad Fatoni mengatakan, penyaluran bantuan kebutuhan pokok sebenarnya rutin digelar setiap tahunnya pada bulan Ramadan melalui program Berkah Ramadan. Sasaran program kemanusiaan yang digelar LAZISNU ini masyarakat dan juga warga NU termasuk Mubaligh LDNU terdampak COVID 19.

"Karena kondisi wabah seperti saat ini, dalam penyerahan bantuan ini pun kami tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bantuan yang kami salurkan sebanyak bantuan tunai untuk Mubaligh LDNU terdampak COVID 19. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban para Mubaligh dalam situasi pandemi ini," ujar Ustad Fatoni  dalam keterangan resminya, Selasa 19 Mei 2020. Bertempat di Gedung NU Jalan Pattimura.


Ketua LAZISNU Kota Bontang Ustadz Ahmad Fatoni menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dermawan yang telah menitipkan sebagian hartanya, sehingga terkumpul 30 paket kebutuhan pokok masyarakat dan kepada pengurus PCNU yang berperan aktif mensukseskan kegiatan ini semoga menjadi amal kebaikan. Ustadz Ahmad Fatoni pun mengajak kepada pada kaum muslimin untuk menitipkan sebagian hartanya melalui LAZISNU, baik zakat, infaq, dan shadaqah.

"PC LAZISNU BONTANG akan terus berikhtiar menghimpun dana dari para donatur untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Mari bantu sesama untuk menghentikan penyebaran Covid-19 bersama NU CARE LAZISNU BONTANG

Info Zakat, Infaq dan Shodaqoh melalui:
A.n LAZISNU BONTANG
Rekening MANDIRI Zakat 1480011668202
Rekening MANDIRI Infaq 1480014140852

Hamid Arif Sodiqqi..

Lazisnu Bontang Peduli Muballigh


Indonesia kaya akan budaya dan memiliki berbagai kearifan local (Local Wisdom).  Budaya yang ditunjukan setiap daerah mencerminkan kedalaman perjalanan sejarah masa lalu. karenanya budaya yang ada mesti dipertahankan agar generasi masa depan bisa menikmati keindahan warna-warni Indonesia.

Saat menyambut bulan suci Ramadhan, tiap-tiap daerah mempunyai budaya yang khas yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Karena itu, budaya yang ada mencerminkan karakter daerah setempat.

Kota Bontang yang semuanya penduduknya adalah pendatang dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya dari Jawa.  Jawa mempunyai budaya khas untuk menyambut bulan Ramadhan yang disebut megenganMegengan berasal dari kata "Megeng" yang artinya menahan. Jadi, "Megengan" mengandung arti dan filosofi untuk menahan segala hal yang membatalkan ibadah puasa. Seperti makan dan minum, serta hal lain yang membatalkan puasa. Megengan juga berarti keselamatan agar tetap terjaga dengan baik menghadapi bulan Ramadhan.

Ditengah wabah Covid-19 yang melanda seluruh dunia, tak terkecuali di Kota Bontang. Megengan yang biasa digelar bersama, kini digelar secara online.

Beberapa hari sebelumnya, panitia penyelenggara menginformasikan melalui media sosia baik Youtube, facebook, Wa dan lainnya kepada masyarakat bontang dan sekitarnya. 

Bagi masyarakat yang mau meitipkan doa, terutama untuk keluarga Almarhum yang telah terlebih dahulu menghadap sang Kholik. Masing-orang dapat menuliskan nama-nama almarhum di kolom komentar. masing-masing akun dapat mengirimkan 5 nama untuk didoakan. Kegiatan ini gratis dan tidak dipungut biaya apapun.

Kegiatan megengan online ini diinisiasi oleh  Cyber LDNU Bontang bekerjasama dengan LDNU, JQH, LTMNU, LTNNU, LPNU dan DFC. Pada Selasa, malam Rabu 21 April 2020, (bakda Insya) pukul 20.30 Wita  hingga selesai. Live Streaming di Akun Youtube LDNU BONTANG TV. Klik disini untuk melihat kegiatan megengan online.

Alhamdulillah acara berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 45 akun menitipkan doa untuk keluarga yang telah wafat, yang masing-masing akun menitipkan doa untuk 5 orang keluarga yang telah wafat.

Megengan (Doa Keselamatan) online tradisi baik menyambut Ramadhan 1441 H