Bontang, Jumat 17 April 2026 — Menjelang momen krusial Tes Kemampuan Akademik (TKA), siswa-siswi kelas 6 SD YPVDP yang beragama Islam memilih jalan damai untuk mempersiapkan diri: merajut harap lewat doa. Pagi itu, Masjid Al Falah menjadi saksi bisu bagaimana puluhan anak usia 11-12 tahun dengan pakaian islami duduk bersaf, melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh kekhusyukan—sebuah ikhtiar batin yang menyentuh hati.
Kegiatan yang digelar dengan suasana khidmat ini dipandu langsung oleh Ustadz Jeihan Fiqhi Yudhistira, Lc., M.Sos., yang dalam tausiyahnya menyelipkan pesan mendalam bagi para calon lulusan. "Nak, sukses itu bukan hanya tentang seberapa keras kamu belajar, tapi juga tentang seberapa ikhlas kamu berserah," ujarnya dengan nada lembut namun tegas. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar jasmani belajar dengan disiplin dan ikhtiar rohani memperkuat doa dan tawakal kepada Allah SWT.
Para siswa tampak menyimak dengan saksama. Tidak ada canda, tidak ada gelisah. Hanya ada tatapan fokus dan bibir yang sesekali bergerak melafalkan doa. Suasana hening yang tercipta bukan sekadar keheningan fisik, melainkan ketenangan jiwa yang perlahan mengusir kecemasan menghadapi ujian. Bagi banyak anak, momen ini menjadi "jeda suci" di tengah padatnya jadwal persiapan TKA.
"Awalnya deg-degan, tapi setelah doa bareng jadi lebih tenang," aku Alya, salah satu siswi kelas 6, usai kegiatan. Hal senada diungkapkan Rafi, yang mengaku merasa lebih percaya diri karena yakin usahanya telah disertai doa.
Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Di balik kesederhanaannya, tersimpan strategi holistik sekolah dalam membekali siswa: tidak hanya mengejar kecerdasan kognitif, tetapi juga membangun ketahanan mental-spiritual. Kepala SD YPVDP, dalam sambutannya yang disampaikan perwakilan, menegaskan bahwa pendidikan yang utuh harus menyentuh tiga dimensi: akal, hati, dan amal.
Dengan diakhirinya rangkaian doa bersama ini, para siswa kini melangkah lebih ringan. Mereka membawa pulang bukan hanya materi pelajaran yang telah dipelajari, tetapi juga ketenangan batin yang menjadi modal tak ternilai. Menjelang TKA, mereka tidak lagi hanya mengandalkan otak, tetapi juga hati yang yakin: bahwa setiap usaha yang diiringi doa dan keikhlasan, akan berbuah hasil yang terbaik.
Semoga langkah kecil di Masjid Al Falah ini menjadi pembuka jalan besar menuju kesuksesan. Aamiin. 🤲✨



Posting Komentar