NU Bontang

Kebudayaan Sebagai Jati diri Bangsa

Belakangan ini Arab Saudi berusaha mati-matian melonggarkan aturan kepada warga negaranya demi menciptakan daya tarik wisata. 


Aturan-aturan yang membelenggu rakyat selama puluhan tahun, dilangkahi demi mengejar ketertinggalannya.


"Masa depan adalah kenyataan yang harus dikejar", kata Muhammad bin Salman kepada majalah Time.

 

"Dulu kami diminta oleh Amerika untuk menyebarkan Wahabisme ke seluruh dunia di masa Perang Dingin untuk menghadang komunisme", tambah Bin Salman. 


Dengan kata lain, pernyataan sang putra mahkota menunjukkan penyesalan masa lalunya.


Seperti halnya I5IS yang menghancurkan berbagai artefak budaya Arab yang dilewatinya sejak dari Mosul, Irak, hingga ke Palmira di Suriah, Saudi juga sejak lama memusnahkan budaya bangsanya sendiri. 


Berbagai situs sejarah dan budaya dimusnahkan dengan atas nama tafsir agama.



Sekarang setelah semuanya musnah, satu-satunya cara yang dilakukan Saudi adalah membangun daya tariknya dengan melonggarkan aturan agama yang direpresentasikan sebagai hukum negara.


 Hanya sedikit budaya bangsanya yang bisa ditawarkan. Budaya Arab di Saudi hampir tak tersisa akibat pengharaman masa lalu yang membabi buta. Muhammad bin Salman hari ini berbenah. Dia menyadari ketertinggalannya di tengah "gempuran" negara sekitar yang lebih maju hampir dua dekade.


Ironisnya, berbagai kelompok Wahabi di Indonesia (sekarang diubah dengan nama Manhaj Salaf) seolah berada pada milenium yang berbeda. 


Seperti halnya Saudi dua dekade yang lalu, mereka juga mengharamkan berbagai budaya kita. 


Wayang, gamelan, norma-norma kesopanan - termasuk unggah ungguh dan cium tangan - semua dibid'ahkan. Identitas kearifan lokal bangsa kita ingin dicerabut dari akarnya. Atas nama agama, mereka memaksakan semua orang untuk tunduk kepada homogenisasi, ikonoklasme dan Saudisasi.


Sudah cukup bagi kita untuk diam. Jika tidak menyukai budaya bangsa ini, alangkah baiknya pindah negara saja. Percuma berkali-kali berbicara "cinta NKRI" jika secara diam-diam menebarkan virus kebencian satu sama lain. Mengharamkan budaya dan mengkafirkan orang lain yang berbeda, sama halnya tidak layak menjadi orang Indonesia. Racun bangsa!


#jaga budaya dan agama bumi pertiwi ini

#pertahankan adhiluhung nuswantoro

#jaga marwah leluhur nuswantoro

Post a Comment

أحدث أقدم