Nabi Sulaiman a.s banyak memiliki kekhususan atau yang lebih familiar disebut sebagai mukjizat. Diantaranya yang paling masyhur adalah dapat memerintahkan angin. Nabi Sulaiman kerap memberikan perintah kepada angin dan dijadikan sebagai kendaraannya. Disebutkan dalam kitab tafisr Al-Ibriz, ketika ia berpergian menunggangi angin maka tidak butuh waktu lama. Pagi berangkat dari kota Damaskus, waktu dzuhur sudah sampai negara Istahar. Setelah dzuhur berangkat dari Istahar, menjelang petang sudah sampai negeri babilonia (Irak). Sementara, jarak dari Istahar ke Babilonia jika ditempuh menggunakan transportasi kuda yang memiliki daya pacu kencang diperkirakan akan memakan waktu satu bulan.
Mukjizat lain yang dimiliki Nabi Sulaiman a.s adalah ia mampu mengeluarkan sumber tembaga, ia juga memiliki bala tentara dari bangsa jin yang senantiasa taat kepada titah yang diberikan oleh Nabi Sulaiman a.s. Bala tentara dari kalangan jin sering diperintah untuk membuat sesuatu yang bermacam-macam yang serikanya pekerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh manusia pada umumnya. Seperti membangun gedung-gedung yang tinggi, patung-patung yang dibuat dari bahan tembaga, kaca, keramik, atau wadah yang ukurannya sangat besar, karena teramat besar wadah tersebut dapat dijadikan sebagai wadah makanan dengan kapasitas 1000 orang secara bersama. 
Hal-hal luar biasa yang dimiliki oleh para nabi terdahulu di zaman akhir sebagaimana sekarang juga banyak dapat disaksikan. Atau mungkin teknologi yang ada di zaman saat ini terilhami dari kejadian-kejadian diluar nalar yang pernah terjadi pada masa nabi-nabi terdahulu. Menjadikan angin sebagai kendaraan. Saat ini kita mengenal alat transportasi yang bernama pesawat terbang. Melalui jalur udara orang zaman sekarang dapat berpergian kemana saja dengan tidak butuh waktu lama. Walaupun mungkin secara teknik berbeda, tetap saja pada dasarnya pesawat terbang menggunakan angin sebagai media untuk dapat terbang. 
Sekarang kita juga mengenal transportasi laut. Al-Qur’an sudah mengisahkan tentang bagaimana Nabi Nuh dalam membuat kapal. Adanya senjata api sudah dicontohkan dalam surat Al-Fiil. Bagaimana pasukan raja Abraha diluluh-lantahkan oleh burung abababil yang masing-masing membawa batu api dari neraka. Teknologi membuat sesuatu dengan bahan dasar besi atau tembaga, jauh sebelum alat-alat canggih yang dapat membentuk besi atau tembaga dengan bentuk-bentuk yang diinginkan yang berada pada zaman ini, Al-Qur’an telah berkisah tentang mukjizatnya Nabi Daud a.s yang dapat melunakkan besi, bahkan mengenamnya dijadikan sebagai baju. Dari baju inilah Nabi Daud a.s menjualnya dan cukup sebagai nafkah kesehariannya. Disebutkan dalam kitab tafsir Al-Ibriz, satu baju besi berharga sebesar empat ribu dirham. 
Ketika Nabi Sulaiman a.s wafat, bala tenataranya dari bangsa jin tidak ada yang mengetahuinya. Walaupun bangsa jin tunduk kepada nabi Nabi Sulaiman a.s , namun mereka kerap membuat tipu daya kepada manusia dan memberikan informasi (untuk menyesatkan) bahwa mereka mengerti terhadap hal-hal yang samar (gaib), seperti dapat melihat masa depan. Andai saja jin benar-benar mengetahui terhadap perkara samar, tentu saja mereka juga mengetahui bahwa Nabi Sulaiman a.s telah wafat. Hal ini dapat dijadikan sebagai bukti nyata bahwa jin itu tidak mengetahui hal gaib. Allah SWT telah membuktikan bahwa jin tidak mengetahui hal gaib perantara wafatnya Nabi Sulaiman a.s. 
Butuh waktu satu tahun barulah mereka bangsa jin mengetahui bahwa Nabi Sulaiman a.s wafat. Dari jedah waktu ini mereka para jin masih disibukkan dengan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Nabi Sulaiman a.s. karena mereka merasa bahwa Nabi Sulaiman a.s masih hidup. Setelah satu tahun, tongkat yang dijadikan tumpuhan oleh Nabi Sulaiman a.s telah dimakan rayap. Disinilah kemudian mereka para jin menyadari bahwa Nabi Sulaiman a.s telah wafat.
Mereka menyesal baru mengetahui hal ini setelah satu tahun berlalu. Andai saja mereka mengetahui tentu perintah-perintah dari Nabi Sulaiman a.s tidak akan mereka lanjutkan. Kalau ada orang di zaman ini yang mengaku mengetahui hal samar, seperti hari esok atau masa depan. Sudah dapat dipastikan mereka telah berkata dusta. 

Wafatnya Nabi Sulaiman Menjadi Bukti Bahwa Jin Tidak Dapat Melihat Masa Depan


Nabi Sulaiman a.s banyak memiliki kekhususan atau yang lebih familiar disebut sebagai mukjizat. Diantaranya yang paling masyhur adalah dapat memerintahkan angin. Nabi Sulaiman kerap memberikan perintah kepada angin dan dijadikan sebagai kendaraannya. Disebutkan dalam kitab tafisr Al-Ibriz, ketika ia berpergian menunggangi angin maka tidak butuh waktu lama. Pagi berangkat dari kota Damaskus, waktu dzuhur sudah sampai negara Istahar. Setelah dzuhur berangkat dari Istahar, menjelang petang sudah sampai negeri babilonia (Irak). Sementara, jarak dari Istahar ke Babilonia jika ditempuh menggunakan transportasi kuda yang memiliki daya pacu kencang diperkirakan akan memakan waktu satu bulan.
Mukjizat lain yang dimiliki Nabi Sulaiman a.s adalah ia mampu mengeluarkan sumber tembaga, ia juga memiliki bala tentara dari bangsa jin yang senantiasa taat kepada titah yang diberikan oleh Nabi Sulaiman a.s. Bala tentara dari kalangan jin sering diperintah untuk membuat sesuatu yang bermacam-macam yang serikanya pekerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh manusia pada umumnya. Seperti membangun gedung-gedung yang tinggi, patung-patung yang dibuat dari bahan tembaga, kaca, keramik, atau wadah yang ukurannya sangat besar, karena teramat besar wadah tersebut dapat dijadikan sebagai wadah makanan dengan kapasitas 1000 orang secara bersama. 
Hal-hal luar biasa yang dimiliki oleh para nabi terdahulu di zaman akhir sebagaimana sekarang juga banyak dapat disaksikan. Atau mungkin teknologi yang ada di zaman saat ini terilhami dari kejadian-kejadian diluar nalar yang pernah terjadi pada masa nabi-nabi terdahulu. Menjadikan angin sebagai kendaraan. Saat ini kita mengenal alat transportasi yang bernama pesawat terbang. Melalui jalur udara orang zaman sekarang dapat berpergian kemana saja dengan tidak butuh waktu lama. Walaupun mungkin secara teknik berbeda, tetap saja pada dasarnya pesawat terbang menggunakan angin sebagai media untuk dapat terbang. 
Sekarang kita juga mengenal transportasi laut. Al-Qur’an sudah mengisahkan tentang bagaimana Nabi Nuh dalam membuat kapal. Adanya senjata api sudah dicontohkan dalam surat Al-Fiil. Bagaimana pasukan raja Abraha diluluh-lantahkan oleh burung abababil yang masing-masing membawa batu api dari neraka. Teknologi membuat sesuatu dengan bahan dasar besi atau tembaga, jauh sebelum alat-alat canggih yang dapat membentuk besi atau tembaga dengan bentuk-bentuk yang diinginkan yang berada pada zaman ini, Al-Qur’an telah berkisah tentang mukjizatnya Nabi Daud a.s yang dapat melunakkan besi, bahkan mengenamnya dijadikan sebagai baju. Dari baju inilah Nabi Daud a.s menjualnya dan cukup sebagai nafkah kesehariannya. Disebutkan dalam kitab tafsir Al-Ibriz, satu baju besi berharga sebesar empat ribu dirham. 
Ketika Nabi Sulaiman a.s wafat, bala tenataranya dari bangsa jin tidak ada yang mengetahuinya. Walaupun bangsa jin tunduk kepada nabi Nabi Sulaiman a.s , namun mereka kerap membuat tipu daya kepada manusia dan memberikan informasi (untuk menyesatkan) bahwa mereka mengerti terhadap hal-hal yang samar (gaib), seperti dapat melihat masa depan. Andai saja jin benar-benar mengetahui terhadap perkara samar, tentu saja mereka juga mengetahui bahwa Nabi Sulaiman a.s telah wafat. Hal ini dapat dijadikan sebagai bukti nyata bahwa jin itu tidak mengetahui hal gaib. Allah SWT telah membuktikan bahwa jin tidak mengetahui hal gaib perantara wafatnya Nabi Sulaiman a.s. 
Butuh waktu satu tahun barulah mereka bangsa jin mengetahui bahwa Nabi Sulaiman a.s wafat. Dari jedah waktu ini mereka para jin masih disibukkan dengan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Nabi Sulaiman a.s. karena mereka merasa bahwa Nabi Sulaiman a.s masih hidup. Setelah satu tahun, tongkat yang dijadikan tumpuhan oleh Nabi Sulaiman a.s telah dimakan rayap. Disinilah kemudian mereka para jin menyadari bahwa Nabi Sulaiman a.s telah wafat.
Mereka menyesal baru mengetahui hal ini setelah satu tahun berlalu. Andai saja mereka mengetahui tentu perintah-perintah dari Nabi Sulaiman a.s tidak akan mereka lanjutkan. Kalau ada orang di zaman ini yang mengaku mengetahui hal samar, seperti hari esok atau masa depan. Sudah dapat dipastikan mereka telah berkata dusta. 

Tidak ada komentar