Para remaja biasanya mengisi malam minggu dengan kegiatan senang-senang. Mulai dari nongkrong di kafe, pergi bersama teman atau hanya sekedar kumpul dan ngobrol di tepi-tepi jalan.
Tapi lain halnya dengan santri Madrasah Diniyyah Al Qomar. Para santri di bawah asuhan ustadz Ahmad Fauzi Asfar, S.Pd.I tersebut memiliki kegiatan khusus untuk mengisi malam minggu dengan Mabit, kegiatan bermalam di Musholla Hidayatul Musthofa. Kegiatan tersebut dilaksanakan sepekan sekali di hari Sabtu malam. Mabit ini bukan sekedar mabit biasa karena di dalamnya para santri di sibukkan dengan beberapa kegiatan diantaranya Sholat Tahajjud, Sholat Hajat,  Sholat Witir, Dzikir bersama, Sholat Shubuh berjamaah, dan dilanjutkan dengan ngaji semaan Al Qur’an.


Kegiatan Mabit tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai dan pendidikan karakter kepada para santri, seperti religius, gotong-royong, dan kemandirian. Nilai-nilai itulah yang nampaknya mulai luntur dan tidak dimiliki oleh mayoritas generasi muda saat ini. Sehingga dengan kegiatan tersebut para santri memiliki akhlakul karimah dan mempunyai kesadaran untuk melaksanakan kewajiban terhadap sang Khaliq.

Malming Asyik; Mabit di Madin Al Qomar



Para remaja biasanya mengisi malam minggu dengan kegiatan senang-senang. Mulai dari nongkrong di kafe, pergi bersama teman atau hanya sekedar kumpul dan ngobrol di tepi-tepi jalan.
Tapi lain halnya dengan santri Madrasah Diniyyah Al Qomar. Para santri di bawah asuhan ustadz Ahmad Fauzi Asfar, S.Pd.I tersebut memiliki kegiatan khusus untuk mengisi malam minggu dengan Mabit, kegiatan bermalam di Musholla Hidayatul Musthofa. Kegiatan tersebut dilaksanakan sepekan sekali di hari Sabtu malam. Mabit ini bukan sekedar mabit biasa karena di dalamnya para santri di sibukkan dengan beberapa kegiatan diantaranya Sholat Tahajjud, Sholat Hajat,  Sholat Witir, Dzikir bersama, Sholat Shubuh berjamaah, dan dilanjutkan dengan ngaji semaan Al Qur’an.


Kegiatan Mabit tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai dan pendidikan karakter kepada para santri, seperti religius, gotong-royong, dan kemandirian. Nilai-nilai itulah yang nampaknya mulai luntur dan tidak dimiliki oleh mayoritas generasi muda saat ini. Sehingga dengan kegiatan tersebut para santri memiliki akhlakul karimah dan mempunyai kesadaran untuk melaksanakan kewajiban terhadap sang Khaliq.

1 komentar: