ASATID Hadirkan Kebahagiaan, 55 Anak Yatim dan Dhuafa Makan Bersama di Bontang

 


BONTANG — Kebahagiaan sederhana menjadi begitu berarti ketika dibagikan bersama. Sebanyak 55 anak yatim dan dhuafa di Kota Bontang mengikuti kegiatan Ayo Sayangi Anak Yatim dan Dhuafa (ASATID) melalui agenda makan bersama di Mie Gacoan Bontang, Ahad (27/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 Wita tersebut diikuti 55 anak bersama 35 pendamping. Peserta berasal dari tiga wilayah Kota Bontang, yakni 25 anak dari Bontang Barat serta masing-masing 15 anak dari Bontang Utara dan Bontang Selatan.


Suasana penuh keakraban terasa sejak kegiatan dimulai. Anak-anak menikmati hidangan bersama sembari berinteraksi dan bersilaturahmi dalam suasana yang hangat dan penuh perhatian.


Ketua MWCNU Bontang Barat, KH. Achmad Buchory Nurhadi, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ASATID memiliki makna penting karena menghadirkan kepedulian secara langsung kepada anak-anak yatim dan dhuafa.


Menurutnya, menyayangi anak yatim tidak cukup hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga dengan menghadirkan perhatian, kebersamaan, dan kasih sayang. Kehadiran para pendamping dan donatur dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membuat anak-anak merasakan bahwa mereka mendapat perhatian dari lingkungan sekitarnya.


“Yang kita hadirkan bukan sekadar makan bersama, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian. Semoga kegiatan seperti ini menjadi amal kebaikan dan terus menumbuhkan semangat untuk menyayangi anak yatim dan dhuafa,” demikian pesan yang disampaikan KH. Achmad Buchory Nurhadi.


Kegiatan ASATID mendapat dukungan utama dari Majelis Fatimah Al Furqon BTN PKT dan Majelis Fatimah Al Falah Hop Badak. Dukungan tersebut memungkinkan anak-anak dari berbagai wilayah Bontang berkumpul dan menikmati momen kebersamaan dalam suasana yang penuh kegembiraan.


Sebanyak 25 anak berasal dari Bontang Barat, sementara Bontang Utara dan Bontang Selatan masing-masing mengikutsertakan 15 anak. Mereka didampingi 35 pendamping yang turut memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib dan nyaman.


ASATID menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana, tetapi bermakna. Makan bersama menjadi sarana untuk membangun kedekatan sekaligus memberikan pengalaman positif bagi anak-anak yatim dan dhuafa.


Lebih dari sekadar sebuah agenda, ASATID membawa pesan bahwa kepedulian akan terasa lebih bermakna ketika diwujudkan dengan hadir dan berbagi secara langsung. Dari sebuah meja makan, tumbuh kebersamaan, perhatian, dan harapan.

Post a Comment

أحدث أقدم