NU Bontang

Ingin Mengamalkan Semua Hadist?


Hadis itu jumlahnya ratusan ribu. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengutip dari Hafidz Ad-Dunya:


ﻭﻋﻦ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻗﺎﻝ ﺻﻨﻔﺖ اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻣﻦ ﺳﺘﻤﺎﺋﺔ ﺃﻟﻒ ﺣﺪﻳﺚ ﻓﻲ ﺳﺖ ﻋﺸﺮﺓ ﺳﻨﺔ

Al-Bukhari berkata: "Saya menulis kitab Sahih ini (memilih) dari 600.000 hadis selama 16 tahun" (Fath Al-Bari 1/489)

Keberadaan hadis juga berbeda-beda. Ada beberapa Sahabat yang menyaksikan Nabi melakukan sesuatu yang tidak sama dengan kesaksian Sahabat lain. Ada hadis yang sudah dinasakh (dihapus hukumnya). Ada pula hadis yang secara khusus hanya diamalkan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam saja, bukan untuk umatnya. Berikut pengakuan ulama Salaf:

ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻭﻫﺐ ﻭﺫﻛﺮ اﺧﺘﻼﻑ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭاﻟﻨﺎﺱ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻮﻻ ﺃﻧﻲ ﻟﻘﻴﺖ ﻣﺎﻟﻜﺎ ﻭاﻟﻠﻴﺚ ﻟﻀﻠﻠﺖ ﻳﻘﻮﻝ ﻻﺧﺘﻼﻑ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ

Ibnu Wahb (125 H), saat disebutkan perbedaan hadis dan ulama, beliau berkata: "Jika saya tidak berjumpa Malik dan Laits -ulama ahli Fikih- maka saya akan tersesat". Sebab hadis berbeda-beda (Al-Hafidz Al-Mizzi, Tahdzib Al-Kamal 24/271)

Dalam riwayat lain Ibnu Wahb berkata:

ﻭﻟﻮﻻ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ ﻭاﻟﻠﻴﺚ ﺑﻦ ﺳﻌﺪ ﻟﻬﻠﻜﺖ، ﻛﻨﺖ ﺃﻇﻦ ﺃﻥ ﻛﻞ ﻣﺎ ﺟﺎء ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻔﻌﻞ ﺑﻪ.

"Andaikan tidak ada Malik bin Anas dan dan Laits bin Sa'd maka saya akan binasa. Sebab saya menyangka setiap ada hadis dari Nabi shalallahu alaihi wasallam harus diamalkan" (Mukhtasar Tarikh Dimasyq 21/250)

Simpelnya, kita amalkan hadis yang sudah diijtihadkan oleh para ulama Madzhab Fikih kita.

oleh: KH. Ma'ruf Khozin (Ketua Aswaja Center PWNU Jatim)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama