NU Bontang

Gus Yaqut dimata masyarakat



Yaqut Cholil Quomas atau yang akrab di sapa Gus Yaqut. Pernah berkomunikasi dua kali dengan beliau. Sungguh orangnya sangat open, care, dan tidak pilih-pilih dalam menyambung silaturrahim. Bagaimana tidak, kami tidak pernah bertemu. Hanya bermodalkan komunikasi melalui hp. Beliau menyambutnya dengan ramah, walaupun hanya melalui pesan teks.

Pertama kali mencoba untuk berkomunikasi dengan beliau adalah tahun 2018 silam. Saat itu saya dan Ansor Bontang ingin mengadakan lomba menulis untuk banser Nusantara. Setelah saya utarakan maksud dan tujuan, malah beliau menyanggupi biar beliau saja yang memberikan hadiahnya. Batin saya "njenengan merestui saja itu sudah lebih dari cukup Gus", tentu tawaran mulia itu tidak saya "iya" kan. Alhamdulillah, acara saat itu di dukung oleh beberapa donatur dan mendapat support penuh dari
Lazisnu
Bontang, jadi untuk masalah anggaran sudah ter-back-up dan aman.

Tidak hanya itu, masih dalam event yang sama, beliau kami minta menjadi dewan juri untuk menentukan mana yang pantas menjadi juara. Dari 5 kandidat terpilih kemudian kami serahkan 5 nama tersebut kepada Gus Yaqut, dan Panglima Tertinggi Banser itu bersedia. Hal ini sungguh membuat kami "sumringah" bukan main. Event yang diadakan oleh kota yang mungkin hanya beliau kenal sebatas namanya saja. Tapi mendapatkan restu dan respon baik dari tokoh kaliber Nasional seperti beliau. Dan itu beliau lakukan dengan cuma-cuma alias gratis 😄.

Komunikasi kedua adalah, ketika saya memberanikan diri untuk menyerahkan karya tulis saya yang sudah menjadi sebuah buku. Esai-esai "tak mutu" itu dengan baik beliau terima. Saya pun dengan kurang sopan meminta kepada beliau agar bisa ber-selfie dengan buku esai saya. Beberapa saat kemudian beliau langsung mengirimkan hasil photo selfie nya.

Saat ini Gus Yaqut mendapatkan amanah besar sebagai pengganti Menteri Agama sebelumnya, Bapak Fahrur Razi. Pilihan ini menurut saya sangat tepat, mengingat melihat kondisi Indonesia sekarang. Semoga ditunjuknya beliau sebagai menteri agama Indonesia menjadikan oase baru dan menjadi sebab semakin suburnya kaum moderat di Indonesia.

Selamat bertugas Gus, Semoga Amanah, Semoga Istiqamah. Dan tentu, sebagaimana pesan tersirat yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo melalui akun resminya
"Yang lalu biarlah berlalu, menjadi kenangan, juga pelajaran. Kita menatap hari esok dengan tekad, semangat, dan memancang harapan yang baru". Yah, dari tulisan ini terlihat jelas, salah satu pesan yang ingin disampaikan pak presiden adalah agar Indonesia menjadi lebih baik lagi.

oleh: Miftahul Alim

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama