Indonesia kaya akan budaya dan memiliki berbagai kearifan local (Local Wisdom).  Budaya yang ditunjukan setiap daerah mencerminkan kedalaman perjalanan sejarah masa lalu. karenanya budaya yang ada mesti dipertahankan agar generasi masa depan bisa menikmati keindahan warna-warni Indonesia.

Saat menyambut bulan suci Ramadhan, tiap-tiap daerah mempunyai budaya yang khas yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Karena itu, budaya yang ada mencerminkan karakter daerah setempat.

Kota Bontang yang semuanya penduduknya adalah pendatang dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya dari Jawa.  Jawa mempunyai budaya khas untuk menyambut bulan Ramadhan yang disebut megenganMegengan berasal dari kata "Megeng" yang artinya menahan. Jadi, "Megengan" mengandung arti dan filosofi untuk menahan segala hal yang membatalkan ibadah puasa. Seperti makan dan minum, serta hal lain yang membatalkan puasa. Megengan juga berarti keselamatan agar tetap terjaga dengan baik menghadapi bulan Ramadhan.

Ditengah wabah Covid-19 yang melanda seluruh dunia, tak terkecuali di Kota Bontang. Megengan yang biasa digelar bersama, kini digelar secara online.

Beberapa hari sebelumnya, panitia penyelenggara menginformasikan melalui media sosia baik Youtube, facebook, Wa dan lainnya kepada masyarakat bontang dan sekitarnya. 

Bagi masyarakat yang mau meitipkan doa, terutama untuk keluarga Almarhum yang telah terlebih dahulu menghadap sang Kholik. Masing-orang dapat menuliskan nama-nama almarhum di kolom komentar. masing-masing akun dapat mengirimkan 5 nama untuk didoakan. Kegiatan ini gratis dan tidak dipungut biaya apapun.

Kegiatan megengan online ini diinisiasi oleh  Cyber LDNU Bontang bekerjasama dengan LDNU, JQH, LTMNU, LTNNU, LPNU dan DFC. Pada Selasa, malam Rabu 21 April 2020, (bakda Insya) pukul 20.30 Wita  hingga selesai. Live Streaming di Akun Youtube LDNU BONTANG TV. Klik disini untuk melihat kegiatan megengan online.

Alhamdulillah acara berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 45 akun menitipkan doa untuk keluarga yang telah wafat, yang masing-masing akun menitipkan doa untuk 5 orang keluarga yang telah wafat.

Megengan (Doa Keselamatan) online tradisi baik menyambut Ramadhan 1441 H


Indonesia kaya akan budaya dan memiliki berbagai kearifan local (Local Wisdom).  Budaya yang ditunjukan setiap daerah mencerminkan kedalaman perjalanan sejarah masa lalu. karenanya budaya yang ada mesti dipertahankan agar generasi masa depan bisa menikmati keindahan warna-warni Indonesia.

Saat menyambut bulan suci Ramadhan, tiap-tiap daerah mempunyai budaya yang khas yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Karena itu, budaya yang ada mencerminkan karakter daerah setempat.

Kota Bontang yang semuanya penduduknya adalah pendatang dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya dari Jawa.  Jawa mempunyai budaya khas untuk menyambut bulan Ramadhan yang disebut megenganMegengan berasal dari kata "Megeng" yang artinya menahan. Jadi, "Megengan" mengandung arti dan filosofi untuk menahan segala hal yang membatalkan ibadah puasa. Seperti makan dan minum, serta hal lain yang membatalkan puasa. Megengan juga berarti keselamatan agar tetap terjaga dengan baik menghadapi bulan Ramadhan.

Ditengah wabah Covid-19 yang melanda seluruh dunia, tak terkecuali di Kota Bontang. Megengan yang biasa digelar bersama, kini digelar secara online.

Beberapa hari sebelumnya, panitia penyelenggara menginformasikan melalui media sosia baik Youtube, facebook, Wa dan lainnya kepada masyarakat bontang dan sekitarnya. 

Bagi masyarakat yang mau meitipkan doa, terutama untuk keluarga Almarhum yang telah terlebih dahulu menghadap sang Kholik. Masing-orang dapat menuliskan nama-nama almarhum di kolom komentar. masing-masing akun dapat mengirimkan 5 nama untuk didoakan. Kegiatan ini gratis dan tidak dipungut biaya apapun.

Kegiatan megengan online ini diinisiasi oleh  Cyber LDNU Bontang bekerjasama dengan LDNU, JQH, LTMNU, LTNNU, LPNU dan DFC. Pada Selasa, malam Rabu 21 April 2020, (bakda Insya) pukul 20.30 Wita  hingga selesai. Live Streaming di Akun Youtube LDNU BONTANG TV. Klik disini untuk melihat kegiatan megengan online.

Alhamdulillah acara berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 45 akun menitipkan doa untuk keluarga yang telah wafat, yang masing-masing akun menitipkan doa untuk 5 orang keluarga yang telah wafat.

Tidak ada komentar