BONTANG- Pada hari Rabu (29/1) Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail NU Bontang mengadakan pembukaan perdana pengajian kitab Hasyiah al-Bajuri.

Peserta antusias memenuhi ruangan. Sekitar 30 orang hadir sambil membawa kitab dan alat tulis, menyimak, dan mendiskusikan penjelasan dari KH Abdul Latif Dahlan.

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Terpadu Al-Marifah.

Tujuan diadakan acara ini adalah untuk memantapkan keilmuan dalam ilmu fiqih, sehingga semakin mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ya, ini awal pengajian kitab Hasyiah al-Bajuri, kitab yang sering dipelajari di pesantren. Kami ingin agar kitab ini, sebagai landasan amaliyah madzhab Syafii, dapat tersebar luas di masyarakat," ungkap Ust. Ahmad Yusuf, Ketua LBMNU Kota Bontang.

Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta, Miftahul Alim, mengaku senang dan gembira terhadap acara ini. Ia berkata, "Ini acara yang ditunggu-tunggu. Kami rekam juga. Agar warga NU yang belum bisa hadir, nanti bisa menyaksikan di channel Youtube kami, yaitu LDNU BONTANG TV. Ke depannya, insya Allah akan live. Mohon doa dan dukungannya."

Acara dimulai pukul 21.00 hingga pukul 23.00. Dengan sedikit diselingi contoh aplikatif sehari-hari, Kiai Latif mampu membuat hadirin betah. Apalagi, setelah acara disediakan jagung rebus dan ubi rebus, membuat acara pengajian ini semakin greget.[]

PC LBMNU Bontang Adakan Pengajian Kitab Hasyiah Al-Bajuri


BONTANG- Pada hari Rabu (29/1) Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail NU Bontang mengadakan pembukaan perdana pengajian kitab Hasyiah al-Bajuri.

Peserta antusias memenuhi ruangan. Sekitar 30 orang hadir sambil membawa kitab dan alat tulis, menyimak, dan mendiskusikan penjelasan dari KH Abdul Latif Dahlan.

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Terpadu Al-Marifah.

Tujuan diadakan acara ini adalah untuk memantapkan keilmuan dalam ilmu fiqih, sehingga semakin mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ya, ini awal pengajian kitab Hasyiah al-Bajuri, kitab yang sering dipelajari di pesantren. Kami ingin agar kitab ini, sebagai landasan amaliyah madzhab Syafii, dapat tersebar luas di masyarakat," ungkap Ust. Ahmad Yusuf, Ketua LBMNU Kota Bontang.

Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta, Miftahul Alim, mengaku senang dan gembira terhadap acara ini. Ia berkata, "Ini acara yang ditunggu-tunggu. Kami rekam juga. Agar warga NU yang belum bisa hadir, nanti bisa menyaksikan di channel Youtube kami, yaitu LDNU BONTANG TV. Ke depannya, insya Allah akan live. Mohon doa dan dukungannya."

Acara dimulai pukul 21.00 hingga pukul 23.00. Dengan sedikit diselingi contoh aplikatif sehari-hari, Kiai Latif mampu membuat hadirin betah. Apalagi, setelah acara disediakan jagung rebus dan ubi rebus, membuat acara pengajian ini semakin greget.[]

Tidak ada komentar