Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Kota Bontang mengadakan bedah buku pada Senin (26/8) di kediaman Jehan Fiqhi Y.

Buku yang dibedah adalah Ilusi Negara Islam. Kegiatan ini dilakukan secara dwi mingguan, berselang-seling dengan diskusi dan bedah buku.

Mengenai tema bedah buku, Lutfi Hakim sebagai narasumber mengutarakan bahaya pemahaman radikal dalam berbagai aspek kehidupan. Intoleransi saat ini dinilai sudah berjenjang menjadi garis keras yang tidak hanya dalam ranah ideologi, tetapi sudah masuk ke ranah aplikatif.

"Islam moderat perlu lebih dikembangkan saat ini. Tantangannya besar sekali. Beberapa paham radikal seperti takfiri yang mengkafirkan sesama muslim, tuduhan serampangan berupa syirik dan bid'ah terhadap amaliyah yang sudah berkembang di masyarakat, padahal sudah sesuai dengan metode mayoritas ulama, dan paham pendirian negara Islam yang lahir dari pemahaman yang sempit dan kaku dari nash-nash agama. Ini menjadi tantangan bagi Islam moderat," kata Lutfi Hakim.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya strategi dan metode dakwah Islam moderat yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Berbagai cara harus terus dievaluasi dan dikembangkan, terutama strategi di media sosial, dimana teknologi informasi saat ini berkembang sangat cepat.

"Mengapa paham radikal banyak diakomodir oleh sebagian masyarakat? Salah satunya karena pemahaman agama yang dangkal. Maka perlu dilakukan rekonstruksi pemahaman yang universal dan mendalam terhadap masyarakat," kata Zusron, ketua Divisi Hukum Lakpesdam Kota Bontang.

Hal tersebut bertujuan untuk kembali menguatkan konsep beragama yang moderat dalam masyarakat.

"Insyaallah NU akan terus menjadi rujukan dalam moderatisme beragama di Indonesia. Banyak ulama dan kyai di NU, pesantren yang jumlahnya ribuan, dan perguruan tinggi dalam lingkup ke-NU-an, ini menjadi sumber daya yang luar biasa dalam moderatisme beragama di Indonesia," ujar Jehan Fiqhi, ketua Lakpesdam Kota Bontang.

Ia sangat yakin, masyarakat dapat menangkal radikalisme dan intoleransi karena sesungguhnya warisan moderatisme sudah diturunkan dari nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu kala.[]

Bedah Buku Ilusi Negara Islam: Bahaya Islam Garis Keras


Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Kota Bontang mengadakan bedah buku pada Senin (26/8) di kediaman Jehan Fiqhi Y.

Buku yang dibedah adalah Ilusi Negara Islam. Kegiatan ini dilakukan secara dwi mingguan, berselang-seling dengan diskusi dan bedah buku.

Mengenai tema bedah buku, Lutfi Hakim sebagai narasumber mengutarakan bahaya pemahaman radikal dalam berbagai aspek kehidupan. Intoleransi saat ini dinilai sudah berjenjang menjadi garis keras yang tidak hanya dalam ranah ideologi, tetapi sudah masuk ke ranah aplikatif.

"Islam moderat perlu lebih dikembangkan saat ini. Tantangannya besar sekali. Beberapa paham radikal seperti takfiri yang mengkafirkan sesama muslim, tuduhan serampangan berupa syirik dan bid'ah terhadap amaliyah yang sudah berkembang di masyarakat, padahal sudah sesuai dengan metode mayoritas ulama, dan paham pendirian negara Islam yang lahir dari pemahaman yang sempit dan kaku dari nash-nash agama. Ini menjadi tantangan bagi Islam moderat," kata Lutfi Hakim.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya strategi dan metode dakwah Islam moderat yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Berbagai cara harus terus dievaluasi dan dikembangkan, terutama strategi di media sosial, dimana teknologi informasi saat ini berkembang sangat cepat.

"Mengapa paham radikal banyak diakomodir oleh sebagian masyarakat? Salah satunya karena pemahaman agama yang dangkal. Maka perlu dilakukan rekonstruksi pemahaman yang universal dan mendalam terhadap masyarakat," kata Zusron, ketua Divisi Hukum Lakpesdam Kota Bontang.

Hal tersebut bertujuan untuk kembali menguatkan konsep beragama yang moderat dalam masyarakat.

"Insyaallah NU akan terus menjadi rujukan dalam moderatisme beragama di Indonesia. Banyak ulama dan kyai di NU, pesantren yang jumlahnya ribuan, dan perguruan tinggi dalam lingkup ke-NU-an, ini menjadi sumber daya yang luar biasa dalam moderatisme beragama di Indonesia," ujar Jehan Fiqhi, ketua Lakpesdam Kota Bontang.

Ia sangat yakin, masyarakat dapat menangkal radikalisme dan intoleransi karena sesungguhnya warisan moderatisme sudah diturunkan dari nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu kala.[]

1 komentar: