BONTANG — Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang bagaimana seseorang mampu menambah hafalan, tetapi juga bagaimana menjaga ayat-ayat yang telah tersimpan dalam ingatan agar tetap kuat dan lancar. Kesadaran inilah yang terus dirawat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) PCNU Kota Bontang melalui kegiatan rutin Simaan Bil Ghoib.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Furqon tersebut diikuti para huffadz atau penghafal Al-Qur’an dari berbagai wilayah di Kota Bontang. Para penghafal Al-Qur’an berkumpul dalam satu majelis untuk saling menyimak hafalan sekaligus memperkuat semangat murajaah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawassul. Setelah itu, para peserta melanjutkan simaan juz 25, 26, dan 27 secara bil ghoib, yakni membaca ayat-ayat Al-Qur’an tanpa melihat mushaf sementara peserta lainnya menyimak bacaan.
Ketua JQH PCNU Kota Bontang, Ustadz Islahuddin Syuaib, S.Pd.I Al-Hafidz, turut mengawal keberlangsungan kegiatan yang menjadi bagian dari ikhtiar JQH dalam menjaga tradisi Al-Qur’an di Kota Bontang.
Bagi para huffadz, menjaga hafalan sering kali menjadi tantangan yang tidak kalah berat dibandingkan proses menghafalnya. Hafalan yang tidak terus dimurajaah dapat melemah dan berkurang kelancarannya. Karena itu, simaan menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga hafalan secara istiqamah.
Melalui kegiatan rutin ini, JQH PCNU Kota Bontang berupaya menumbuhkan spirit para penghafal Al-Qur’an agar tidak berhenti pada capaian menghafal, tetapi terus melanjutkannya dengan menjaga, mengulang, dan mengamalkan hafalan tersebut.
Selain sebagai sarana murajaah, Simaan Bil Ghoib juga menjadi ruang silaturahmi para huffadz. Tidak sedikit di antara mereka yang juga merupakan imam masjid di Kota Bontang. Pertemuan dalam majelis Al-Qur’an tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat ukhuwah sekaligus membangun kebersamaan di antara para imam dan penghafal Al-Qur’an.
Dari majelis yang sederhana, terbangun semangat yang besar: menjaga hafalan bersama, saling menyimak, saling mengingatkan, dan terus mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa, setelah para peserta menyelesaikan simaan juz 25, 26, dan 27.
JQH PCNU Kota Bontang berharap tradisi Simaan Bil Ghoib dapat terus istiqamah dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar merawat hafalan para huffadz sekaligus menjaga denyut tradisi Al-Qur’an di tengah masyarakat Kota Bontang.


Posting Komentar