BONTANG — Malam hari tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat. Bagi warga Nahdliyin, malam juga menjadi ruang untuk kembali berkumpul, bersilaturahmi, melantunkan shalawat, dan menimba ilmu dari para ulama. Tradisi itulah yang terus dirawat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bontang Selatan melalui Lailatul Ijtima’.
Memasuki pelaksanaan ke-10, Lailatul Ijtima’ MWCNU Bontang Selatan kembali digelar pada Ahad malam Senin, 13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung setelah salat Isya berjamaah ini akan dipusatkan di Masjid Roudhotut Tholibin, Rawa Indah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang.
Lailatul Ijtima’ bukan sekadar agenda pertemuan rutin organisasi. Di dalamnya terdapat semangat untuk menjaga tradisi keagamaan yang telah lama hidup di lingkungan Nahdlatul Ulama: berkumpul dalam majelis ilmu, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan masyarakat dalam suasana religius.
Pada Lailatul Ijtima’ ke-10 ini, jamaah akan diajak mengaji kitab Irsyaadus Sari karya Hadrotusy Syaikh KH M. Hasyim Asy’ari. Kajian akan disampaikan oleh KH Mulkhan Adzima, Rais Syuriah PCNU Kota Bontang.
Pemilihan karya KH M. Hasyim Asy’ari menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Sebagai salah satu ulama besar Nusantara sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, pemikiran dan karya beliau menjadi bagian dari khazanah keilmuan yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui kajian kitab, Lailatul Ijtima’ menjadi salah satu ikhtiar untuk mempertemukan masyarakat dengan tradisi intelektual ulama. Ilmu tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupkan melalui majelis yang terbuka dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Suasana malam itu juga akan diramaikan dengan penampilan grup rebana se-Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kehadiran rebana menjadi bagian dari tradisi seni keagamaan yang turut mengiringi kebersamaan warga dalam majelis.
Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WITA, setelah salat Isya berjamaah. MWCNU Bontang Selatan mengundang warga Nahdliyin dan masyarakat umum untuk hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Bagi masyarakat yang belum dapat hadir langsung di Masjid Roudhotut Tholibin, kegiatan juga dapat diikuti melalui siaran langsung di Facebook MWCNU Bontang Selatan.
Lailatul Ijtima’ ke-10 pada akhirnya bukan hanya tentang satu malam dan satu agenda. Ia adalah bagian dari ikhtiar untuk merawat kesinambungan tradisi, memperkuat silaturahmi, serta menjaga agar majelis ilmu tetap tumbuh di tengah masyarakat.
Dari masjid, tradisi itu dirawat. Dari majelis ilmu, pengetahuan diwariskan. Dan dari silaturahmi, ukhuwah warga Nahdliyin terus dikuatkan.


Posting Komentar