Oleh: Jehan
Udara malam di Kampung Baru terasa sejuk ketika lampu-lampu sorot mulai menerangi Lapangan Mini Soccer Formula pada Selasa, 30 Juni 2026. Suasana yang biasanya sunyi selepas salat Isyak itu justru berubah meriah oleh derap langkah puluhan pemuda dan aparatur sipil negara yang hadir untuk berlarian di atas rumput hijau. Mereka datang bukan sekadar mencari keringat, melainkan untuk menjalin tali silaturahim melalui olahraga. Latihan mini soccer yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Bontang ini menjadi ajang kebersamaan istimewa di malam hari sekaligus pemanasan menjelang gelaran Hari Santri Cup yang dinanti-nantikan.
Selepas salat Isyak berjemaah, para peserta mulai berdatangan dengan penuh antusiasme. Mereka yang hadir berasal dari berbagai latar belakang. Terlihat rombongan pemuda Aswaja dengan ciri khas kebersamaannya, para pegawai Kementerian Agama Kota Bontang yang masih mengenakan kemeja rapi, serta pemuda Pasar Malam Berbas yang tak kalah semangat. Mereka melebur menjadi satu kesatuan, bercanda di sela-sela istirahat, dan saling bersorak saat gol-gol indah tercipta. Suasana akrab langsung menyelimuti lapangan meskipun hari sudah larut. Kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang bertemu yang hangat, tanpa batasan komunitas ataupun jabatan.
Ketua LDNU Kota Bontang dalam sambutannya di tengah lapangan menyampaikan bahwa pemilihan waktu malam hari bukan tanpa alasan. "Kami sengaja menggelar latihan ini setelah Isyak agar tidak mengganggu aktivitas kerja dan ibadah sehari-hari. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk tetap menjaga kesehatan fisik, sekaligus mengisi waktu malam dengan hal yang bermanfaat dan penuh berkah," ujarnya dengan suara lantang diselingi tawa para peserta. Beliau juga menekankan bahwa kebersamaan di malam hari seperti ini justru memiliki kekuatan tersendiri dalam merekatkan ukhuwah di antara para pemuda dan instansi.
Jalannya acara berlangsung sangat meriah. Meskipun digelar pada malam hari, semangat peserta tak surut sedikit pun. Mereka bergantian bermain dalam beberapa tim, saling bergantian beristirahat sambil menikmati hidangan ringan yang disediakan panitia. Di sela-sela pertandingan, terjalin obrolan hangat antara ASN Kemenag dan pemuda Pasar Malam Berbas tentang berbagai hal, mulai dari program keagamaan hingga rencana kolaborasi di event-event mendatang. Suasana kekeluargaan begitu kental, menjadikan malam itu terasa istimewa bagi seluruh yang hadir.
Hasil dari kegiatan ini pun sangat terasa. Tidak ada skor yang diperebutkan, yang ada hanyalah tali silaturahim yang semakin erat dan rasa saling mengenal di antara para pemuda dan instansi. LDNU berhasil menghadirkan momen berharga yang jarang ditemui dalam pertemuan formal. Event ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi seluruh peserta. Banyak dari mereka yang berharap kegiatan malam seperti ini dapat terus berlanjut, karena di sanalah jiwa-jiwa muda Bontang ditempa—bukan hanya dengan tendangan bola, tetapi juga dengan kehangatan kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.

إرسال تعليق