Bontang – Komitmen Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bontang Barat dalam merawat tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya dengan menerbitkan Buku Panduan Amaliyah Lailatul Ijtima', sebuah pedoman yang menjadi acuan bagi jamaah dalam melaksanakan rangkaian amalan pada setiap kegiatan Lailatul Ijtima'.
Buku ini disusun oleh KH. Achmad Buchori Nur Hadi dengan nama penyusun yang tercantum dalam buku A. Buchory NH. Terbit pada 30 Juni 2025, buku tersebut dihadirkan sebagai bentuk ikhtiar menjaga keseragaman bacaan sekaligus melestarikan amaliyah yang telah menjadi tradisi warga Nahdlatul Ulama.
Dalam setiap pelaksanaan Lailatul Ijtima', jamaah akan dipandu menggunakan buku ini sehingga rangkaian amalan dapat dilaksanakan secara tertib, khusyuk, dan seragam di seluruh wilayah MWCNU Bontang Barat. Kehadiran buku panduan ini juga memudahkan generasi muda untuk mengikuti setiap bacaan tanpa harus mencari referensi dari berbagai sumber.
Buku Panduan Amaliyah Lailatul Ijtima' memuat tiga amalan utama yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, yaitu Munajat Ya Arhamarrahimin karya Al Imam Abdullah bin Husain bin Thahir, Maulid Diba' karya Imam Wajihuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar ad-Diba'i asy-Syaibani al-Yamani, serta pembacaan Surat Al-Waqiah.
Ketiga amalan tersebut telah lama menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Nahdliyin. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan munajat, rangkaian amalan tersebut juga menjadi media memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pembacaan Maulid Diba' serta menghidupkan tradisi membaca Al-Qur'an secara berjamaah.
Penerbitan buku ini juga dilengkapi dengan kata pengantar yang ditulis oleh Ust. H. Bashirun, S.Pd.I, Ketua Tanfidziyah MWCNU Bontang Barat periode 2020–2025. Dalam pengantarnya, beliau menyampaikan bahwa hadirnya buku panduan ini merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menjaga keberlangsungan tradisi Aswaja An-Nahdliyah agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi MWCNU Bontang Barat, Lailatul Ijtima' bukan sekadar agenda rutin bulanan. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antarwarga Nahdliyin, majelis dzikir yang menguatkan spiritualitas, sekaligus wadah mempererat ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu, adanya satu panduan amaliyah yang digunakan bersama menjadi langkah penting untuk menjaga keselarasan pelaksanaan ibadah di setiap ranting maupun masjid yang menjadi tuan rumah.
Lebih dari itu, buku panduan ini diharapkan menjadi warisan literasi keagamaan yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, dokumentasi amaliyah dalam bentuk buku menjadi bagian penting dari upaya menjaga khazanah keilmuan dan tradisi keislaman yang telah diwariskan oleh para ulama.
Dengan diterbitkannya Buku Panduan Amaliyah Lailatul Ijtima', MWCNU Bontang Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi, memperkuat persatuan jamaah, serta menghadirkan panduan ibadah yang mudah dipahami, sehingga semangat menghidupkan syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Posting Komentar