Memaknai Ziarah Kubur di Sore Hari: Melembutkan Hati dan Mengingat Mati



Kamis sore menjadi waktu yang istimewa bagi sebagian umat Islam untuk melaksanakan ziarah kubur. Tradisi ini bukan sekadar mengingat orang yang telah tiada, tetapi menyimpan pesan mendalam tentang kehidupan dan kematian. Sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda:


“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tetapi (sekarang) berziarahlah kalian. Sesungguhnya ziarah kubur dapat melembutkan hati, menitikkan air mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR Hakim)


Hadits ini menunjukkan perubahan hukum dari larangan menjadi anjuran, dengan tujuan mulia. Dari Hadist di atas, ziarah kubur memiliki beberapa hikmah utama: melembutkan hati yang kerap keras, menumbuhkan kesadaran akan kematian, serta mendidik untuk menjaga lisan dari perkataan sia-sia.


Lantas, mengapa dianjurkan pada Kamis sore?


Dalam literatur Islam, hari Kamis memiliki keutamaan tersendiri. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:


“Sesungguhnya amalan-amalan itu dipersembahkan pada setiap hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalku dipersembahkan ketika aku sedang berpuasa.” (HR Tirmidzi)


Selain itu, para ulama menjelaskan bahwa pada sore hari menjelang malam Jumat, amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah. Ziarah kubur di waktu ini dimaksudkan agar doa dan bacaan Al-Fatihah untuk ahli kubur dihadapkan dalam keadaan penuh berkah. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebutkan bahwa waktu antara Ashar hingga Maghrib di hari Kamis adalah saat yang mustajab untuk mendoakan mayit, karena ruh-ruh mereka bertebaran menanti rahmat Allah.


Ziarah kubur juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya sementara. Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah menjelaskan bahwa ziarah kubur disunnahkan karena dapat menjadi nasihat visual tentang akhirat. Melihat pusara mengajak kita merenung: sejauh apa bekal yang telah disiapkan?


Kesalahan umum yang kerap terjadi adalah berkata buruk atau mencaci keadaan, padahal Rasulullah SAW secara tegas melarang perbuatan tersebut. Ziarah kubur sejatinya adalah refleksi spiritual dan intropeksi sebelum ajal menjemput.


Manfaatkan waktu sore hari Kamis untuk mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah menjadikan ziarah kita sebagai pengingat dan penghapus dosa. Karena dengan mengingat kematian, hidup akan lebih bermakna. Wallahu a‘lam.

Post a Comment

أحدث أقدم