Keutamaan Berqurban dan Imbauan LDNU Bontang kepada Para Muqorib untuk Menyaksikan Proses Penyembelihan

 


Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial melalui ibadah qurban. Ibadah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik ini bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.


Berkurban memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai ibadah sunnah muakkadah bagi umat Islam yang mampu, qurban juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:


"Tidak ada suatu amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban). Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang lengkap dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah qurban itu telah sampai kepada ridha Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka ikhlaskanlah diri kalian dalam berqurban."
(HR. Tirmidzi)


Hadis tersebut menunjukkan betapa besar nilai ibadah qurban di sisi Allah SWT. Qurban bukan hanya sekadar penyembelihan hewan, tetapi simbol keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT.


Selain bernilai ibadah, qurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kaum dhuafa dan warga yang membutuhkan. Semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Dalam pelaksanaan ibadah qurban tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Bontang mengimbau para muqorib atau orang yang berqurban agar turut mengamati secara langsung proses penyembelihan hewan qurbannya. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya memastikan pelaksanaan qurban berjalan sesuai syariat Islam.


LDNU Bontang menilai kehadiran muqorib saat penyembelihan memiliki nilai spiritual tersendiri. Selain dapat menyaksikan langsung hewan qurbannya disembelih dengan tata cara yang benar, muqorib juga dapat merasakan makna pengorbanan dan keikhlasan secara lebih mendalam. Dalam fiqih Islam, menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban termasuk sunnah yang dianjurkan apabila memungkinkan untuk hadir secara langsung.


Hal ini sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang menyembelih hewan qurbannya sendiri dan memerintahkan Fatimah RA untuk menyaksikan penyembelihan qurbannya. Rasulullah SAW bersabda:


"Wahai Fatimah, berdirilah dan saksikanlah hewan qurbanmu, karena sesungguhnya tetesan darah pertamanya akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu."
(HR. Al-Hakim)


Selain itu, LDNU Bontang juga mengingatkan panitia qurban agar memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan hewan, serta tata cara penyembelihan yang sesuai syariat. Penyembelihan hendaknya dilakukan oleh orang yang memahami tata cara penyembelihan halal, menjaga adab terhadap hewan, serta mengutamakan kebersihan lingkungan sekitar. Penyembelihan dapat bekerjasama dengan Jagal Nusantara yang sudah profesional dalam menyembelih hewan qurban.


Melalui momentum Idul Adha ini, LDNU Bontang berharap semangat berqurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana membangun keikhlasan, solidaritas sosial, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama