Penulis: Nur Ashriyati
Shalat Witir adalah shalat sunah yang dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya hingga terbit fajar. Pada bulan Ramadhan, shalat Witir biasanya dikerjakan setelah shalat Tarawih. Shalat ini sangat dianjurkan bagi umat Islam, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah saw yang dikutip dalam kitab Fathul Mu’in:
أَلْوَاتُزِ حَقٌّ عَلَى كُلٌّ مُسْلِم
Artinya, “Shalat Witir adalah shalat yang sangat dianjurkan bagi setiap orang muslim.” (HR Abu Dawud dan Al-Hakim. Shahih).
Keutamaan shalat Witir tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di hari-hari lainnya. Bahkan, kesunahannya lebih utama dibandingkan seluruh shalat sunah Rawatib. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan:
وهو أفضل من جميع الرواتب لالخالف في وجوبه
Artinya, “Shalat Witir lebih utama daripada semua shalat Rawatib, sebab adanya perbedaan pendapat ulama mengenai kewajibannya.” (Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari, Fathul Mu’in, [Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah: 2017], halaman 50).
Perbedaan Shalat Witir
Shalat Witir berbeda dengan shalat sunah lainnya, terutama pada jumlah rakaatnya yang harus ganjil. Tidak ada shalat sunah lain yang rakaatnya ganjil selain shalat Witir.
Jumlah Rakaat Shalat Witir
Jumlah rakaat shalat Witir minimal satu rakaat. Ukuran sempurnanya adalah tiga, lima, tujuh, dan maksimalnya 11 rakaat. Jika dilakukan lebih dari 11 rakaat, maka kelebihan rakaat tersebut terhitung sebagai shalat sunah mutlak.
Tata Cara Shalat Witir
Gerakan dan bacaan shalat Witir sama seperti shalat pada umumnya. Bagi yang ingin mengerjakan lebih dari satu rakaat, ada dua cara: faslhu dan washlu.
· Faslhu: memisah setiap dua rakaat dengan satu salam.
· Washlu: menyambung seluruh rakaat dengan satu tasyahud di rakaat terakhir, atau dengan dua tasyahud di dua rakaat terakhir seperti shalat Maghrib.
Yang tidak boleh adalah melakukan shalat Witir dengan cara washlu yang menyambung seluruh rakaat dengan lebih dari dua tasyahud, karena cara ini tidak memiliki dasar dalil. (Al-Malibari, 50-51).
Niat Shalat Witir
1. Niat shalat dua rakaat dari rangkaian shalat Witir:
أَصْلِ ي شَ نَّةَ الرَّكَعَتَيْنِ مِنَ الْوِثْرِ لِلِهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatar rak’ataini minal witri lillahi ta’ala.
Artinya, “Saya niat shalat sunah dua rakaat dari bagian shalat Witir karena Allah Ta’ala.”
2. Niat shalat Witir satu rakaat:
أَصْلِ ي شَ نَّةَ الْوِثْرِ رَكَعَةٌ لِلِهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri rakatal lillahi ta’ala.
Artinya, “Saya niat shalat sunah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Wallahu a’lam.
Penulis: Ustadzah Nur Ashriyati, Santri Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon
Sumber: https://nu.or.id/ramadhan/shalat-witir-pengertian-rakaat-tata-cara-dan-niatnya-pcfG7 (diakses pada Ahad, 12 April 2026 Pukul 01.24 Wita

إرسال تعليق