Kebersamaan Jamaah, Muslimat NU, dan Laskar Sholawat Warnai Riyadhoh Maulid Nabi di Bontang

 


Bontang – Suasana Riyadhoh Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Bontang kembali menyuguhkan nuansa penuh khidmat dan kebersamaan. Dari malam pertama hingga malam keenam, jamaah senantiasa larut dalam lantunan sholawat yang menggema. Kehadiran Laskar Sholawat Bontang memberi warna tersendiri dalam setiap malam peringatan, karena mereka dengan sigap menjaga keamanan, membantu para ibu-ibu Muslimat NU mengatur parkir, serta memastikan ketertiban acara tetap terjaga. Peran mereka seakan menjadi garda terdepan yang meneguhkan rasa aman, sehingga jamaah bisa khusyuk mengikuti sholawatan. Ucapan terima kasih pun mengalir deras kepada para bapak-bapak Laskar Sholawat. Doa dan harapan agar keberkahan selalu menyertai mereka pun dipanjatkan, “Berkah, berkah ya Allah, barakallah, aamiin,” begitu doa yang kerap terdengar dari lisan jamaah.


Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan oleh Abah Yai Ahmad Abdul Latief atau yang akrab disapa Gus Latif. Dalam petuahnya, beliau mengingatkan pentingnya memperbanyak bacaan sholawat sebagai jalan meraih syafaat Nabi Muhammad SAW di Yaumil Qiyamah. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kelembutan, membuat hati jamaah tersentuh dan semakin termotivasi untuk istiqamah dalam bersholawat. Gus Latif menekankan bahwa sholawat bukan hanya lantunan pujian semata, tetapi juga pengikat batin umat dengan baginda Rasulullah SAW.


Tak kalah memikat, lantunan sholawat dari Abah Saeroji berhasil menghipnotis jamaah hingga menembus sanubari. Suara syahdu beliau menggiring jamaah larut dalam suasana haru, membawa hati-hati yang hadir semakin dekat kepada Sang Nabi tercinta. Kegiatan kali ini berlangsung di kediaman Pak Rusmani, RT 09, yang juga dikenal rutin mengadakan jamaah malam Jumat bersama Majelis Al Hikmah. Rumah sederhana itu seakan berubah menjadi pusat pancaran cahaya spiritual, karena dipenuhi jamaah yang berbondong-bondong hadir demi meraih keberkahan.


Riyadhoh Maulid Nabi bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahim antarwarga. Dari barisan jamaah terlihat wajah-wajah yang penuh kebahagiaan, seolah beban kehidupan duniawi luruh bersama alunan sholawat. Semangat gotong royong dan kebersamaan begitu terasa, baik dari panitia, jamaah, hingga laskar sholawat yang setia mendampingi setiap malamnya.


Dengan suasana yang penuh makna ini, Riyadhoh Maulid Nabi di Bontang tak hanya menjadi momentum peringatan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi pengikat hati umat agar senantiasa menjadikan sholawat sebagai bagian dari keseharian. Doa-doa yang terucap semoga menjelma menjadi keberkahan yang mengalir, bukan hanya bagi mereka yang hadir, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bontang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama